BMKG Catat Ada 55 Rangkaian Gempa, Lokasinya Dekat dengan Sumber Energi Geothermal

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa bumi 4,6 magnitudo, Kamis (14/12/2023) termasuk rangkaian aktivitas gempa.

Penulis: Wahyu Topami | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Titik-titik Gempa di Sukabumi dari Pantauan Stasiun Metereologi BMKG Citeko, Kamis (14/12/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa bumi 4,6 magnitudo, Kamis (14/12/2023) termasuk rangkaian aktivitas gempa sejak 6 Desember 2023.

Wilayah terdampak gempa termasuk Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang dan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kecamatan tersebut telah mengalami serangkaian guncangan, mencapai total 55 gempa dengan kekuatan terkecil M 1,8 dan terbesar M 4,6 sehingga merusak beberapa bangunan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa M 4,6 tersebut terjadi di zona aktif gempa.

Ia juga menjelaskan kalau gempa yang terjadi di Sukabumi tersebut merupakan tektonik akibat pelepasan stres-stres Bumi.

"Apa yang terjadi tadi pagi itu merupakan manifestasi dari pelepasan stres-stres bumi. Yang mana zona aktif di Nanggung, Pamijahan dan leuwiliyang sudah diamati sejak 2019, sejak penelitian mendalam serta faktor-faktor yang mempengaruhinya," kata Daryono.

Mengenai gempa tersebut ada hubungannya atau tidak dengan aktivitas Gunung Salak, pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.

"Titiknya berada di sesar aktif sehingga memungkinkan terjadinya gempa. Lokasinya memang dekat dengan gunung salak namun belum dapat dipastikan apakah terjadi akibat aktivitas magma di dalamnya atau tidak," paparnya.

Di sisi lain gempa tersebut titiknya berdekatan dengan lokasi Geothermal yang berada di kaki gunung salak kabupaten Sukabumi.

Saat disinggung apakah gempa tersebut ada kaitannya dengan aktivitas Geothermal, pihaknya mengaku belum melakukan kajian terkait hal itu.

"Belum ada kajian mendalam mengenai itu. Tetapi jika dilihat dari terjadinya gempa swarm salah satu pengaruhnya memang aktivitas di atas permukaan tanah," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved