Jalani Pahitnya Kehidupan Mengemis, Baliah si Pengemis 'A Kasian A' Malah Jadi Guyonan Netizen
Pengemis yang diketahui bernama Baliah itu meminta-minta sambil memegang baskom dengan diiringi intonasi nada memohon belas kasih dari pengendara yang
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PAMIJAHAN - Sosok pengemis 'A Kasian A' tengah menjadi perbincangan hangat dan video wanita menggunakan jas hujan berwarna biru itu pun viral di media sosial.
Tak ayal hal itu menjadi guyonan bagi warganet lantaran tingkah si pengemis tersebut yang terbilang unik.
Pengemis yang diketahui bernama Baliah itu meminta-minta sambil memegang baskom dengan diiringi intonasi nada memohon belas kasih dari pengendara yang melintas.
Video wanita paruh baya itu viral setelah pengendara roda empat memperagakan gaya Baliah saat meminta-minta sambil merekamnya.
Kemudian diikuti oleh video seorang wanita yang juga merekam sosok Baliyah saat meminta-minta di kawasan wisata Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Terdapat juga pengendara roda dua yang sengaja berhenti kemudian berjoget bersama sambil memvideokan aksi Baliah saat mengais rezeki di kawasan Gunung Salak Endah (GSE).
Lalu ada juga sejumlah conten creator yang memparodikan gaya berpakaian Baliah menggunakan jas hujan saat mencari nafkah di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Tak hanya sampai disitu, akun yang mengunggah aksi Baliah pun selalu dibanjiri komentar netizen yang sangat beragam, mulai dari yang menertawakan, menuduh, hingga empati.
Bahkan, ucapan Baliah saat meminta-minta pun dijadikan versi remix oleh orang-orang kreatif.
Bagi kebanyakan orang mungkin hal itu terbilang lucu dan unik. Namun pada kenyataannya wanita paruh baya itu sedang mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup.
Kebanyakan orang juga mungkin merasa tidak percaya dengan pengemis karena beberapa kasus yang pernah terjadi setelah ditelusuri para pengemis memiliki harta yang cukup banyak.
Meski begitu banyak juga netizen yang merasa iba kepada Baliah karena di usianya saat ini masih harus bergelut dengan kemiskinan.
Baca juga: Buat Beli Beras Curhat Pengemis A Minta A di Bogor soal Uang Hasil Minta-minta di Jalan
TribunnewsBogor.com menelusuri sosok Baliah yang saat ini tengah ramai diperbincangkan dan mendapatkan sejumlah fakta.
Pada kenyataanya, Baliah yang tinggal di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor itu merupakan tulang punggung bagi keluarganya.
Baliah memiliki suami bernama Ropik yang berkebutuhan khusus yakni tidak dapat berbicara alias tunarungu dan bekerja serabutan.
Wanita yang berusia sekitar 40 tahunan itu pun sedikit memiliki gangguan mental dan tidak bisa berkomunikasi lancar seperti orang-orang pada umumnya. Hal itu juga diakui oleh lingkungan sekitarnya.
Ia dan suaminya dikaruniai seorang anak laki-laki yang saat ini duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar.
Tempat tinggalnya berada di dalam gang sempit dan kondisi rumahnya sangat sederhana dengan bangunan yang tidaklah luas namun cukup untuk keluarga kecil mereka.
Penghasilan Baliah dari mengemis hanya berkisar Rp 100 ribu, dan itu belum termasuk ongkos ojek yang mencapai Rp 60 hingga 70 ribu untuk mengantarkannya bolak-balik.
Baca juga: Terungkap! Ini Isi Tas Hitam Pengemis A Kasian A di Bogor, Ternyata Bukan Uang
Baliah tidak setiap hari mengemis di lokasi tersebut, melainkan hanya mengambil momen libur akhir pekan.
Lalu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya Baliah terkadang meminta-minta di area permukiman hingga pasar.
Isi tas berwarna hitam yang dibawa Baliah untuk mengemis hanya berisi perlengkapan yang meliputi botol mineral, karung, payung, piring, dan baskom sebagai wadah untuk meminta-minta.
Getirnya kehidupan harus tetap dijalani Baliah untuk tetap bisa makan dan memenuhi kebutuhan sang anak.
Sementara itu, Baliah mengaku mengenakan jas hujan berwarna biru tersebut lantaran kala itu sedang turun hujan. Namun ia lebih memilih untuk bertahan di tempat tersebut dan enggan berpindah untuk berteduh.
"Dingin, ujan," ujar Baliah saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat (12/1/2024).
Baca juga: Sosok Pengemis A Kasian A di Gunung Salak Bogor Terungkap, Ternyata Tulang Punggung Keluarga
Dengan penghasilan yang sebagian besar hanya untuk ongkos, Baliah yang menjadi tulang punggung harus terus berjuang untuk mencukupi kebutuhannya.
"Enggak cukup, anak jajanya Rp 10 ribu sekolah, beli vocher (wifi) Rp 4 ribu, engga kebagian ini mah, (suami) enggak kerja, engga bisa ngomong," ungkapnya.
Bahkan, ia mengaku pada hari ini harusnya ia pergi ke tempanya meminta-minta. Akan tetapi karena tidak memiliki uang terpaksa ia tidak jadi pergi.
"Kesana hari Sabtu sama Minggu, tadi mau berangkat tapi enggak punya ongkos," pungkasnya.
| Mushola hingga 7 Rumah di Cigudeg Bogor Rusak Diterjang Longsor, Dinding Bangunan Jebol |
|
|---|
| Rumahnya Luluh Lantak, Korban Pergerakan Tanah Babakanmadang Bogor Berharap Direlokasi |
|
|---|
| 2 Pelajar Parungpanjang Bogor Diduga Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal, Alami Luka di Wajah |
|
|---|
| 14 Jembatan Terputus Akibat Banjir, Pemkab Bogor Kebut Perbaikan Rampung Sebelum Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Penampakan Rumah Jebol di Leuwiliang Bogor, Dinding Ambrol Setelah Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jadi-perbincangan-net.jpg)