6 Momen Pidato Menhan Prabowo di Unhan Bogor, dari Koncoisme Hingga Takut Dibilang Kampanye

Menteri Pertahan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri acara wisuda Universitas Pertahanan (Unhan) di Bogor di masa tenang Pemilu 2024

|
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menteri Pertahan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri acara wisuda Universitas Pertahanan (Unhan) di Bogor di masa tenang Pemilu 2024, Senin (12/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Menteri Pertahan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri acara wisuda Universitas Pertahanan (Unhan) di Bogor di masa tenang Pemilu 2024, Senin (12/2/2024).

Dalam acara ini, Prabowo sempat berpidati di hadapan total 573 mahasiswa yang diwisuda di Unhan tahun 2024 ini.

Berikut beberapa hal yang disampaikan Menhan Prabowo Subianto dalam pidatonya.

1. Ketertinggalan Indonesia

Prabowo mengatakan bahwa masa depan kita ditentukan dengan apa yang disebut Revolusi STEM (Science, Technology, Enginering dan Mathematics).

Menurutnya kita harus mengejar ketertinggalan Indonesia.

"Kita harus mengakui bahwa kita tertinggal," kata Prabowo Subianto.

Bangsa lain, kata dia, berkembang sangat pesat dan cepat karena mereka bekerja keras.

Kata dia, kita harus memutuskan terutama untuk anak-anak muda untuk mau bertahan, memberi makan rakyat, atau kita menjadi negara yang memiliki ketergantungan nasibnya dengan negara luar.

2. Tolak tepuk tangan

Prabowo mengatakan dirinya memang jarang menghadiri acara wisuda dikarenakan kesibukannya.

Tetapi hari ini dia menyempatkan diri untuk hadir di acara wisuda Unhan ini.

Seketika Prabowo langsung diberi tepuk tangan oleh para tamu yang hadir, namun langsung dihentikan Prabowo.

"Gak, gak. Ini kayak kampanye juga ini, kalau sering tepuk tangan nanti," kata Prabowo Subianto.

3. Koncoisme

Prabowo mengatakan, negara kita ini kadang-kadang birokrasinya sulit.

"Kita harus mengoreksi diri kita sendiri. Negara kita ini kadang-kadang birokrasinya minta ampun," kata Prabowo.

Program STEM 4 fakultas baru yang didirikan di Unhan, kata dia, hari ini hasilnya kelihatan dan ini menjadi prestasi, pengabdian dan pengorbanan orang-orang di belakangnya seperti jajaran Unhan yang mana rektornya pun lansung mendapat promosi jabatan.

Jika negara ingin hebat, kata Prabowo, yang dihormati dan diberi penghargaan adalah mereka yang berprestasi dan tradisi ini harus dilanggengkan.

"Kebiasaan kita adalah nanti, koneksi, iya kan ?. Koncoisme dan sebagainya. Kamu anaknya siapa, kamu ponakannya siapa dan sebagainya," kata Prabowo Subianto.

4. Prabowo bangga

Menhan Prabowo Subianto mengaku bangga dengan adanya tradisi program S1 di Unhan yang hanya menerima mahasiswa berdasarkan prestasi dan kemampuan.

Dia meminta agar tradisi ini terus dipertahankan sekeras-kerasnya.

"Saya bangga di Unhan yang masuk ada anaknya orang-orang yang mungkin tidak diduga bisa menghasilkan sarjana. Ada anaknya petani, pekerja pelabuhan, penjual bakso, pekerja di pasar, ini membanggakan hati saya, membesarkan hati saya," kata Prabowo Subianto.

5. Mimpi Prabowo

Di hadapan para wisudawan, Prabowo mengaku bermimpi adanya anak Indonesia yang mendapat hadiah nobel di bidang Science, Technology, Enginering dan Mathematics.

"Saya memang sengaja datang ke sini, itu yang saya sampaikan kepada saudara-saudara," kata Prabowo.

Dengan segala kekayaan Indonesia, kata dia, kita harus bisa meraih, mengembangkan dan menguasai Science, Technology, Enginering dan Mathematics.

Memang, kata Prabowo, bangsa kita ini lebih dikenal sebagai bangsa yang ke arah seni.

Tetapi jika dari 300 juta orang Indonesia, satu persen saja yang brilian, berarti kita bakal punya 3 juta orang yang brilian.

"Satu persen saja tiap tahun. Kalau tidak bisa satu persen, setengah persen saja, 1,5 juta tiap tahun. Dalam 10 tahun 15 juta orang-orang pinter," kata Prabowo.

6. Takut dibilang kampanye

Prabowo Subianto di akhir pidatonya menyampaikan bahwa masih banyak hal yang ingin dia sampaikan di pidatonya ini.

Diantaranya seperti terkait rencana-rencana ke depan.

Namun, kata dia, dia harus berhati-hati ketika berpidato karena nanti bisa dianggap sebagai kampanye.

"Saya harus hati-hati karena ini adalah minggu tenang. Nanti saya dibilang kampanye di Unhan. Saya tidak boleh kampanye di Unhan, jadi saya tidak terlalu bicara terkait program ke depan," kata Prabowo.

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved