Gudang Amunisi Kebakaran

Harapan Warga Gunungputri yang Terkena Imbas Gudang Amunisi Terbakar, Ingin Rumah Rapih Saat Lebaran

Rumah warga Kampung Parungpinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor rusak akibat kebakaran gudang amunisi milik Kodam Jaya TNI AD

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Yayah menunjukkan kerusakan rumah yang dialami pasca kebakaran gudang amunisi milik Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Senin (1/4/2024). (Muamarrudin Irfani) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Rumah warga Kampung Parungpinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor rusak akibat kebakaran gudang amunisi milik Kodam Jaya TNI AD pada Sabtu (30/3/2024) malam.

Puluhan rumah warga yang rusak itu karena terdampak getaran ledakan di gudang amunisi daerah (Gudmurah) Paldam Jaya.

Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan adalah Yayah (53) yang ditinggali bersama suami dan anaknya dengan total lima jiwa di dalamnya.

Rumahnya berada sangat dekat dengan gudang yang terbakar sehingga mengakibatkan kerusakan ringan pada bagian kaca jendela, plafon, atap, dan pintu dapur.

"Sebelum lebaran pengennya rapih (meminta diperbaiki)," ujarnya kepada wartawan, Senin (1/4/2024).

Pasca kejadian tersebut, Yayah dan keluarganya memilih untuk mengungsi ke rumah anaknya.

Ia pun mengaku memori kejadian tersebut masih teringat jelas hingga membuatnya merasa trauma.

"Trauma banget, saya sampe lemes, kemaren mah engga enak makan engga enak tidur. (dentuman) Kenceng banget, bener-bener saya takut banget," ungkapnya.

Baca juga: Pasca Gudang Amunisi Kebakaran, Warga Gunungputri Bogor Masih Khawatir, 8 Rumah Belum Bisa Ditempati

Bahkan, kata dia, pasca kejadian tersebut membuat kondisi kesehatannya menurun karena terus terbayang di kepalanya.

"Saya tadi sampe berobat, lemes, pusing, kepikiran, darah saya aja naek, sampe berobat ini obatnya masih ada, pusing darah tingginya naek, maag, asam lambung naek, makannya telat," terangnya.

Saat ini, Yayah dan keluarganya hanya diizinkan untuk kembali ke rumahnya, sedangkan pada malam hari ia harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: Suasana Buka Puasa di Posko Pengungsian Ledakan Gudang Amunisi di Bogor, Korban Dibantu Relawan

Tak hanya rumahnya, terdapat tujuh rumah lainnya yang belum diperbolehkan untuk ditiduri pada malam hari karena berjarak sangat dekat dengan lokasi gudang yang terbakar sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Belum bisa ditinggali, jadi saya pagi kesini, beres beres, malam nanti saya tidurnya di kontrakan pak RW disediakan sama Pak RW gratis," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved