VIDEO Detik-detik Polisi Tendang Motor Afif, Kapolda Sumbar Akui Ada Penganiayaan: Setrum Elektrik

Video detik-detik anggota polisi tendang motor Afif Maulana dimunculkan ke publik oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase TribunBogor
Video detik-detik anggota polisi tendang motor Afif Maulana dimunculkan ke publik oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Video detik-detik anggota polisi tendang motor Afif Maulana dimunculkan ke publik oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

Tak hanya mengakui anggotanya menendang motor Afif Maulana, Irjen Suharyono juga mengakui adanya penganiayaan.

Suharyono mengklaim, penganiayaan itu dilakukan anggotanya di Polsek Kuranji, bukan di Jembatan Kuranji.

Namun ia menegaskan kalau Afif, siswa SMP Padang yang ditemukan tewas di bawah Jembatan Kuranji tidak termasuk yang dianiaya anggotanya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan mengatakan, motor Afif ditendang karena melaju dengan kecepatan tinggi.

"Dihentikan, ya dengan ditendang. Karena kecepatannya tinggi, disuruh berhenti gak bisa," jelas dia dikutip dari iNews, Jumat (5/7/2024).

Dwi Sulistyawan juga mengklaim memiliki bukti video pada malam kejadian tanggal 9 Juni 2024.

Bahkan menurut dia, tak mungkin anggotanya mengelus Afif Maulana agar menghentikan laju kendaraan.

"Kita ada videonya, gak mungkin dengan kecepatan tinggi terus dielus-elus suruh berhenti, gak mungkin. Kita ada videonya, Kemarin pada saat bapak kapolda tampil di tv one, itu sudah diperlihatkan bagaimana video penangkapan calon-calon tawuran itu," beber dia.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Suharyono memperlihatkan video anggota polisi sedang melakukan pengejaran terhadap beberapa pengendara sepeda motor.

"Ini bisa dilihat 21 detik ini saat kejar-kejaran antara pelaku tawuran dengan polisi di atas jembatan," kata Irjen Suharyono dikutip dari Tv One, Jumat.

Menurut dia, video itu direkam langsung oleh anggotanya saat melakukan pengejaran terhadap para calon tawuran.

"Ini lagi mengejar pelaku yang memang membawa sajam di atas Jembatan Kuranji," kata dia.

Kemudian host acara, Andromeda Mercuri menanyakan keberadaan Afif dan Aditya.

"Saat kejar-kejaran masih terlihat Afif dan Aditya?," tanya Andro.

Tak menjawab pertanyaan itu, Irjen Suharyono memperlihatkan senjata tajam yang dibawa oleh para pengendara.

"Itu terekam senjata yang dibawa, itu egrek, celurit panjang, itu dikejar polisi," kata dia.

Suharyono pun membenarkan bahwa saat mengejar, anggotanya juga bawa senjata.

"Emang polisi saat mengejar tidak tangan kosong, hanya membawa rotan," kat adia.

Kemudian saat pengejara itulah, kata Irjen Suharyono, motor Afif Maulana yang dikemudikan Aditya ditendang oleh anggotanya.

"Nah saat itulah karena tidak bisa dihentikan laju sepeda motor yang 20 itu, akhirnya ada satu sepeda motor yang ditendang polisi jatuh ke kiri, itu yang dikendarai oleh Aditya memboncengkan Afif Maulana," ungkap dia.

Tak hanya itu, Irjen Suharyono juga membenarkan bahwa anggotanya melakukan penganiayaan terhadap 18 orang yang diamankan ke Polsek Kuranji.

lihat fotoKapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono akhirnya mengakui kalau anggotanya menendang motor Afif Maulana, siswa SMP di Padang yang tewas diduga dianiaya.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono akhirnya mengakui kalau anggotanya menendang motor Afif Maulana, siswa SMP di Padang yang tewas diduga dianiaya.

Saat itu, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri mengonfirmasi adanya penganiayaan tersebut.

"Apakah benar anggota bapak melakukan pemukulan, penendangan, dan penyetruman terhadap orang-orang yang ditangkap?," tanya Reza.

Hal itu pun ternyata dibenarkan oleh Irjen Suharyono.

"Benar Pak, tapi kami ingin jelaskan bahwa TKP itu ada dua, di atas Jembatan Kuranji dengan TKP Polsek Kuranji," ungkapnya.

Penganiayaan itu, kata dia, dilakukan oleh 17 anggota polisi kepada 18 orang yang ditangkap.

"Memang sudah ada yang mengakui, satu orang menendang, satu orang memukul, tiga orang, ada satu orang menyetrum, nyetrumnya pakai elektrik kan," jelas dia.

Namun ia mengatakan, Afif tidak termasuk dari 18 orang yang dianiaya anggotanya.

"Polisi tidak pernah menangkap Afif Maulana, karena saat menangkap Adit, Afif sudah tidak si situ," katanya.

Sementara itu, ibu kandung Afif Maulana, Anggun Anggraini mengatakan, ada saksi yang melihat Afif dibawa ke Polsek Kuranji.

"Yang Bapak tahu cuma Adit, saksi-saksi lain bapak nggak tahu pak, jadi bapak hanya bisa bicara adit-adit aja pak," katanya.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved