BIODATA

Biodata Profil Iqbal Ramadhan, Putra Menteri Era Orde Baru Ditangkap Polisi Saat Demo RUU Pilkada

Biodata Iqbal Ramadhan, asisten pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang ditangkap polisi saat ikut demo menolak RUU Pilkada.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Tiara A. Rizki
Instagram/iqbalramadhaannn
Iqbal Ramadhan, asisten pengacara LBH Jakarta 

Iqbal Ramadhan merupakan putra dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Moerdiono, yang juga Mantan Menteri Sekretaris Negara Indonesia pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993) dan Kabinet Pembangunan VI (1993–1998).

Sementara, ibunya adalah penyanyi legendaris Tanah Air, Machicha Mochtar.

Namun, setelah peristiwa dugaan penganiayaan saat mengikuti demo menolak RUU Pilkada ini, Iqbal Ramadhan menegaskan bahwa dirinya tak mau memanfaatkan nama besar ayahnya.

"Memang benar ayah saya seorang Jenderal TNI dan Pejabat tinggi pada era Orde Baru," curhatnya dalam tulisan, Selasa (27/8/2024).

Namun, Iqbal mengaku terlahir dari rahim seorang perempuan, seorang ibu yang penuh dengan perjuangan.

Ibunya harus bekerja keras mencari nafkah dan merawatnya tanpa kehadiran sosok ayah.

"Saya tidak pernah menggunakan nama besar almarhum ayah saya untuk kepentingan pribadi. Saya menjaga rapat latar belakang kedua orang tua saya. Bahkan, ketika saya berada pada situasi yang sangat mengerikan di hadapan aparat bersenjata yang melecehkan, memukul, menendang kepala saya," ungkapnya.

Baca juga: Pramono Anung Tak Mundur dari Menteri Saat Jadi Calon Gubernur Jakarta, Kampanye Pulang Kantor

Baca juga: Biodata Profil Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si, Pimpinan Baleg DPR RI Disorot Terkait Putusan MA

Baca juga: Biodata Profil Ridwan Kamil yang Disorot setelah Cuitan Lamanya Viral: Saya Akui Kurang Sopan

Tidak sedikit pun terpikirkan untuk memanfaatkan nama besar ayahnya agar diberikan pengampunan oleh aparat yang sedang menyiksa dirinya.

"Hanya satu yang ingin saya ketahui. Bagaimana rasanya menjadi masyarakat kecil saat mereka ditangkap dan ditahan aparat keamanan karena menuntut hak-haknya. Hak untuk bebas dari penyiksaan adalah hak semua anak bangsa diatas bumi manusia," paparnya.

Iqbal menuturkan dirinya bukan seorang anak yang hidup dalam kemewahan dan kekuasaan.

Sejak kecil dia berjuang melawan ketidakadilan.

Ibunya selalu menanamkan nilai-nilai keadilan dan welas asih.

Harapan terbesar ibunya, imbuh Iqbal, adalah agar saya bisa berguna bagi masyarakat dan berpihak kepada mereka yang terpinggirkan.

"Di saat yang lainnya memanfaatkan nama besar orang tuanya agar mendapatkan kedudukan dan jabatan. Ada banyak orang tua dan pemuda yang berjuang untuk membayar biaya pendidikan yang mencekik, mencari kerja untuk menjadi tulang punggung keluarga, dan menjadi Ojol hanya untuk bertahan hidup sehari," katanya.

Menurutnya, jurang antara si kaya dan si miskin begitu lebar di negeri ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved