Kadernya Diterpa Isu Perselingkuhan, Partai Demokrat Kabupaten Bogor Bentuk Dewan Etik, 3 Hari Beres

Kabar miring menerpa anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat, Candra Kusuma.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, Kamis (9/5/2024). (Muamarrudin Irfani) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kabar miring menerpa anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat, Candra Kusuma.

Candra Kusuma dikuliti oleh seseorang yang mengaku sebagai anaknya di media sosial dengan tudingan berselingkuh serta menelantarkan anak dan istrinya di Jawa Timur.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita buka suara.

Ia mengatakan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor memahami bahwa persoalan ini adalah ranah privat.

Akan tetapi, mengingat yang bersangkutan sedang mengemban amanah di ranah publik, maka pada porsi ranah publik inilah DPC Demokrat kabupaten Bogor merespon info tersebut.

Pria yang karib disapa Dechan itu mengaku pihaknya telah mengkonfirmasi kaitan hal tersebut kepada Candra Kusuma.

Namun Candra Kusuma sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyelesaikan urusan keluarganya.

"Yang bersangkutan berkomitmen untuk menyelesaikan urusan keluarganya tersebut sesegera mungkin dan akan segera melaporkan ke DPC setelah kepulangannya dari Surabaya," ujarnya melalui keterangannya, Selasa (5/11/2024).

Di samping itu, sambil menunggu Candra Kusuma kembali ke Bogor, DPC Demokrat Kabupaten Bogor akan membentuk dewan etik.

Ia menyebut pembentukan dewan etik DPC Demokrat Kabupaten Bogor tersebut selambat-lambatnya dalam tiga hari ke depan.

"Dewan Etik akan segera melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi, fakta dan realitas yang terjadi sebenarnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Dechan pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di ruang publik dan berharap semua pihak bijak dalam menyikapi isu yang berkembang ini.

"Bagi kami, selalu ada penjelasan atas suatu persoalan, karena tabayyun menjadi dasar kami DPC untuk mengambil punishment," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved