Viral di Medsos

Akun Medsos Anak Bos Toko Roti Kejam Aniaya Pegawai Digeruduk, Anggota DPR Kesal: Gaya Lu Selangit

Akun media sosial anak bos toko roti yang kejam menganiaya pegawai hingga kepala bocor jadi sorotan. Anggota DPR Ahmad Sahroni ikut kesal.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Instagram
Akun media sosial anak bos toko roti yang kejam menganiaya pegawai hingga kepala bocor jadi sorotan. Anggota DPR Ahmad Sahroni ikut kesal. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akun media sosial anak bos toko roti di Cakung Jakarta Timur yang kejam menganiaya Pegawai hingga kepalanya bocor tengah jadi perhatian.

Pelaku berinisial GSH itu pun turut disorot anggota DPR RI Ahmad Sahroni lantaran geram dengan aksinya.

Dalam akun media sosialnya, Ahmad Sahroni mengecam tindakan GSH yang semena-mena terhadap karyawati bernama Dwi Ayu Darmawati (19).

Sahroni pun membagikan kembali video detik-detik penganiayaan yang dilakukan GSH terhadap Dwi Ayu.

Sebenarnya penganiayaan keji tersebut terjadi pada 17 Oktober 2024 lalu.

Namun sampai dua bulan kasusnya berjalan di kepolisian, pelaku masih bebas berkeliaran.

Hal itulah yang akhirnya membuat publik memviralkan kasus miris yang menimpa Dwi Ayu.

Tak hanya bersimpati kepada Dwi Ayu, publik di media sosial juga baru-baru ini menggeruduk akun media sosial pelaku.

Terlihat di akun Facebook GSH, netizen ramai membubuhkan komentar pedas untuk terduga pelaku penganiayaan Pegawai toko roti tersebut.

Netizen beramai-ramai memviralkan akun medsos GSH yang masih jarang dari sorotan.

"Divisi Humas Polri ini akun pemilik si tersangka penganiyaya karyawan sampai berdarah,"

"Mantau yang kebal hukum,"

"Sekaya apapun g da istilah kebal hukum. Malah tmbh habis banyak kau kl kesandung hukum

Akun media sosial anak bos toko roti yang kejam menganiaya pegawai hingga kepala bocor jadi sorotan dan digeruduk netizen
Akun media sosial anak bos toko roti yang kejam menganiaya pegawai hingga kepala bocor jadi sorotan dan digeruduk netizen (kolase Instagram)

Tak cuma akun Facebook, akun Instagram GSH juga jadi sasaran kemarahan netizen.

Namun berbeda dengan Facebook, GSH tampaknya sadar bahwa akun medsosnya sedang jadi sorotan.

Karenanya hari ini, Minggu (15/12/2024), GSH membuat sebuah unggahan mengejutkan.

Bak menantang netizen, GSH ingin netizen yang hendak berkomentar tentang kasusnya agar menghubunginya secara langsung lewat WhatsApp.

"Yang mau comment bisa wa saya," tulis GSH dalam postingannya setelah viral, Minggu (15/12/2024).

Sosok GSH yang kejam menganiaya jadi sorotan, Ahmad Sahroni ikut memberikan tanggapan.

Dalam postingannya, Ahmad Sahroni mengurai kekesalannya terhadap sikap GSH.

Sahroni pun balik meledek GSH yang sempat mengaku kebal hukum dan tak takut dilaporkan orang miskin.

"Gayaaaa Lu Endut Selangit. Awas kesleo ga bisa bangun," tulis Ahmad Sahroni dalam postingan Instagram-nya.

Kronologi kasus

Kasusnya dua bulan tak kunjung ada kejelasan, Dwi Ayu pegawai toko roti di Cakung yang dianiaya anak bosnya akhirnya buka suara.

Dwi Ayu menceritakan kronologi dirinya dianiaya dengan cara sadis oleh anak bos berinisial GSH.

Mulanya, Dwi Ayu menolak permintaan dari GSH yakni untuk mengantarkan makanan ke kamar sang anak bos.

"Awalnya saya lagi kerja, terus dia (pelaku) datang dari luar, terus tiba-tiba dia pesan go food. Dia minta saya anterin pesanan pribadinya. Terus saya nolak," cerita Dwi Ayu dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube tv one news, Minggu (15/12/2024).

Gara-gara penolakan tersebut, GSH pun mengamuk dan langsung menganiaya Pegawainya dengan cara melempar berbagai barang ke badan korban.

Sama sekali tak melawan, Dwi Ayu cuma terdiam.

Baca juga: Kisah Pilu Karyawati Korban Arogansi Anak Bos Toko Roti, Kepala Bocor dan Disebut Orang Miskin

Terlebih di momen tersebut ada bosnya yakni orang tua dari GSH yang menyaksikan.

"Terus setelah saya nolak, dia akhirnya kesal sama saya. Dia nyuruh saya juga bukan yang baik-baik gitu, makanya saya gimana gitu. Terus dia ngelempar saya pakai patung awalnya, enggak lama dia mukul saya pakai kursi terus pakai edisi BCA," pungkas Dwi Ayu.

Alih-alih meredam amarah anaknya, bos toko roti justru menarik tangan pegawainya dan meminta lapor polisi.

Namun saat hendak mengambil barang-barangnya yang tertinggal, Dwi Ayu kembali dilempari barang oleh GSH.

"Saya ditarik sama bos saya katanya laporin aja ke polisi. Tapi karena HP saya dan tas saya masih di dalam, akhirnya saya balik lagi. Terus pas saya balik lagi, dia ngelemparin saya lagi pakai kursi," imbuh Dwi Ayu.

Celakanya kala itu GSH melempar Dwi Ayu dengan loyang kue.

Hal tersebut menyebabkan kepala Dwi Ayu bocor dan mengeluarkan darah.

Karenanya pelaku pun langsung panik dan kabur.

"Saya lari ke tempat oven-oven, di situ saya enggak bisa ke mana-mana, cuma bisa diam. Saya dilempari lagi, endingnya saya dilempari pakai loyang, kena kepala saya, saya belum ngeh kepala saya berdarah. Mungkin dia melihat darah mengalir, dia (pelaku) kabur ke belakang," ujar Dwi Ayu.

Sementara itu, kasus penganiayaan pegawai toko roti yang dilakukan anak bos tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

Penyidik Polsek Cakung akhirnya mendatangi TKP guna menyelidiki kasus yang telah viral tersebut.

"Kami sudah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kasus ini," kata AKP Kholid Abdi.

Guna mendalami kasus penganiayaan Dwi Ayu, polisi telah memeriksa tiga saksi kunci.

Polisi juga telah melakukan visum terhadap korban di hari kejadian alias dua bulan lalu.

"Terkait terlapor (GSH) saat ini masih berstatus saksi karena perkara ini masih dalam proses lidik," ungkap Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Lina Yuliana.

Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News 

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved