Ngaku Kebal, Kuli Bangunan di Cibitung Tak Luka Diserang Maling Bercelurit, Tapi Temannya Beda Nasib

Dua kuli bangunan bernama Uus dan Ridho menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal saat membuka pintu.

Editor: Naufal Fauzy
Dok. Polres Bogor
(Ilustrasi sajam) DISERANG PAKAI CELURIT - Dua kuli bangunan diserang orang tak dikenal menggunakan celurit di Cibitung, Bekasi. Korban diserang usai pintu kamar digedor malam-malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dua kuli bangunan bernama Uus dan Ridho menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) saat membuka pintu.

Mereka diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit saat mereka istirahat.

Perkelahian pun terjadi ketika dua pencuri bersenjata tajam ini berniat merampas HP korban.

Peristiwa ini terjadi di Desa Sukajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Minggu (9/2/2025) pukul 01.00 dini hari.

Namun dari dua kuli bangunan ini, satu diantaranya disebut tak terluka meski dibacok pelaku dan mengaku kebal, namun temannya beda cerita.

Kronologi

Diceritakan oleh atasan kedua korban, Erman, penyerangan ini terjadi berawal ketika salah satu pelaku mengetuk pintu kamar bangunan yang masih dalam pengerjaan, dan ditempati kedua korban. 

Sekitar jam dini hari itu, pintu kamar digedor oleh seseorang dari luar.

Uus yang mendengar ketukan tersebut sontak terbangun dan langsung membuka pintu kamar. 

Namun, ketika pintu terbuka, dia langsung diserang kedua pelaku menggunakan senjata tajam jenis celurit.

"Dia di kamar, ada yang gedor-gedor pintu, dia buka pintu langsung diserang," ujar Erman, Rabu (12/2/2025) dikutip dari Kompas.com.

Uus tidak tinggal diam, dia sempat memberi perlawanan.

Mengetahui Uus diserang OTK, Ridho, rekan korban kemudian terbangun dan memberi perlawanan terhadap salah satu pelaku yang masuk ke dalam kamar.

Perlawanan itu justru membuat pelaku semakin beringas.

Pelaku kemudian mengayunkan senjata tajam ke arah tangan dan punggung Ridho

Setelah memenangi pertarungan, pelaku kemudian mengambil ponsel milik Ridho merek Infinix. 

Setelah berhasil menguasai harta benda korban, kedua pelaku kemudian meninggalkan lokasi. 

Kondisi Korban

Tepat pukul 01.20 WIB, Uus langsung menghubungi Erman yang tengah berada di kediamannya di Cikarang Selatan. 

Saat itu, Uus meminta pertolongan kepada Erman pasca-penyerangan itu. 

Karena terhalang jarak yang teramat jauh, Erman kemudian menghubungi seseorang untuk membawa Uus ke Rumah Sakit Medika Cikarang. 

"Dia telepon saya jam 01.20 WIB, dia kondisinya sudah luka-luka," ungkap Erman.

Setelah mendapat perawatan, kedua korban langsung melapor ke Polsek Cikarang Barat. 

Erman baru bisa menemui kedua korban pada siang harinya. 

Ia melihat Uus dalam kondisi lemas karena menahan luka sabetan senjata tajam di bagian jari, lengan, kaki, dan punggung. 

Sementara, Ridho sama sekali tak terluka kendati tangan dan punggungnya sempat disabet senjata tajam.

"Ridho enggak luka, dia punya pegangan, kebal. Ada bekas bacokan, tiga titik, cuma bekas doang, enggak luka," ungkap dia. 

Menghindari serangan susulan, kedua korban langsung dievakuasi ke tempat atasan lain ke Cisauk, Kabupaten Tangerang. 

"Keduanya dibawa ke Cisauk, Tangerang, dibawa ke tempat bosnya. Pertama untuk pengobatan dia di sana, agar aman juga," pungkas dia. 

Kini, empat pelaku penyerangan dan perampasan itu sudah ditangkap jajaran Polda Metro Jaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi 2 Kuli Bangunan di Bekasi Dibacok dan Dirampas Ponselnya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved