Oknum Ormas Bikin Resah Warga, Ini Sikap Wamendagri, Eks Wali Kota Bogor: Membubarkan Bukan Solusi

Kabar adanya oknum organisasi masyarakat (ormas) yang meresahkan warga rupanya sudah sampai ke telinga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani, Dok Ilustrasi Ormas
SOAL ORMAS MERESAHKAN - Kabar oknum organisasi masyarakat (ormas) yang membuat resah warga rupanya sudah sampai ke telinga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kabar oknum organisasi masyarakat (ormas) yang membuat resah warga rupanya sudah sampai ke telinga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya.

Mantan Wali Kota Bogor itu sudah mengetahui kabar tentang pengeroyokan tukang parkir oleh ormas Brigez di Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Penganiayaan sadis itu menyebabkan korban meninggal dunia.

Atas permasalahan yang terjadi, sebagian masyarakat mendesak agar Kemendagri memberi sanksi tegas berupa pembekuan maupun pembubaran ormas yang meresahkan masyarakat.

Merespon keinginan publik, Bima Arya memberi jawaban bijak.

Menurut Bima, membekukan atau membubarkan ormas yang meresahkan, bukanlah solusi terbaik. 

Lebih lanjut, Bima menyarankan anggota ormas harus diberikan pembinaan agar mereka bisa bermanfaat di masyarakat.

"Membekukan itu bukan satu-satunya cara, yang perlu adalah pembinaan. Kalau dibekukan kemudian mereka gimana dibinanya?," ujarnya dikutip TribunnewsBogor.com, Minggu (23/3/2025).

“Jadi menurut kami penting kita berbicara bukan hanya penegakan hukum, tetapi diiringi juga pembinaan. Jadi kepala daerah harus sabar lah, harus sabar membina komunikasi, membina dengan semua,” lanjutnya.

Terkait ormas yang meresahkan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang, Bima mengatakan bahwa hal tersebut harus diberikan sanksi tegas.

“Kalau memang terdaftar ya itu pasti kita berikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada, (sesuai) perundang-udangan begitu ya,” katanya.

Brigez bikin onar

Sebelumnya, markas sekelompok Brigez di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung digerebek Polresta Bandung, Selasa (18/3/2025).

Polisi menyergap markas Brigez karena seorang juru parkir dikeroyok hingga tewas oleh sekelompok orang di dalam minimarket di Cimaung, Kabupaten Bandung, Minggu (17/3/2025).

Usai ditangkap, anggota Brigez nyalinya mendadak ciut.

Bahkan dia pasrah menjadi kucing usai ditangkap Resmob Polresta Bandung.

"Buat teman-teman Brigez, jangan Brigezan kalau sudah ketangkep sama Resmob seperti saya kayak empus," ujarnya dikutip dari medsos volenteer medsos, Kamis (20/3/2025).

"Buat rekan-rekan Brigez jangan Brigez kalau sudah ketangkep Resmob jadi kucing meong, meong," sambungnya.

Sebelumnya, aksi brutal pengeroyokan sekelompok orang terhadap juru parkir itu terekam pegawai minimarket hingga viral dan kasusnya menyita perhatian.

Setelah diselidiki kepolisian, terungkap dugaan sekelompok pelaku yang menewaskan juru parkir itu anggota Brigez.

Usai peristiwa tersebut, publik mengecam tindakan gans Brigez.

Bahkan citra baik Brigez runtuh usai peristiwa keji tersebut.

Padahal Brigez sempat diharapkan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil untuk menjadi ormas yang baik.

"Perbanyak citra-citra positif dan berita-berita baik, tunjukkan dedikasinya untuk kemajuan bangsa dan masyarakat. Dan jadikan keberagaman untuk mewujudkan mimpi membangun negeri," ungkap Ridwan Kamil dikutip Kamis (20/3/2025).

Namun, kini kenyataannya harapan dari Mantan Gubernur Jawa Barat itu seolah pupus dengan adanya kasus pengeroyokan juru parkir akibat ulah oknum anak buahnya itu.

Tak sedikit publik pun geram hingga menyarakan agar ormas Brigez dibubarkan.

JURU PARKIR DIKEROYOK - Sosok Ketua Umum Ormas Brigez Indonesia, Cecep Hendra Erawan kini jadi sorotan publik.
JURU PARKIR DIKEROYOK - Sosok Ketua Umum Ormas Brigez Indonesia, Cecep Hendra Erawan kini jadi sorotan publik. (Kolase Instagram @c.hendraerawan dan @ormasbrigez.id)

Minta maaf

Sementara itu, Ketua Brigez saat ini dijabat oleh Cecep Hendra Erawan.

Publik kini mencari tahu sosok ketua Brigez dan mendesak klarifikasi.

Meski tak secara langsung, ia mewakili ormasnya meminta maaf atas perbuatan anak buahnya.

Ia menyampaikan permintaan maaf itu lewat akun Instagram resmi Brigez Indonesia.

Pihaknya menyayangkan peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Menyikapi kejadian yang terjadi di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, kami Dewan Pimpinan Pusat Brigez Indonesia sangat menyayangkan," tulisnya, pada Senin (17/3/2025).

Cecep dan ormasnya itu juga sempatnya menyatakan mengutuk perbuatan oknum anggotanya tersebut..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved