Viral di Media Sosial

SOSOK Soleh WNI Tewas di Kamboja Diduga Ginjalnya Diambil, Gelagat Korban Sebelum Wafat Tak Wajar

Sosok Soleh Darmawan, WNI asal Bekasi yang tewas di Kamboja jadi sorotan. Soleh diduga jadi korban TPPO lantaran ginjalnya disinyalir diambil.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
youtube channel TvOneNews
VIRAL KORBAN TPPO: Tangkapan layar foto Soleh Iskandar, disadur pada Kamis (27/3/2025). Sosok Soleh Darmawan, WNI asal Bekasi yang tewas di Kamboja jadi sorotan. Soleh diduga jadi korban TPPO lantaran ginjalnya disinyalir diambil. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Soleh Darmawan belakangan tengah jadi sorotan lantaran meninggal dunia di Kamboja.

Kematian pemuda kelahiran 8 Februari 2001 itu disebut tak wajar karena meninggalkan teka-teki di baliknya.

Pasalnya Soleh Darmawan meninggal dua minggu setelah berangkat dari Indonesia.

Tak cuma itu, ibunda Soleh juga menemukan sederet kejanggalan sebelum kematian sang putra kesayangan.

Karenanya ibunda Soleh meminta agar putranya bisa mendapatkan keadilan.

Untuk diketahui, Soleh Darmawan awalnya bercerita ke ibunya, Diana bahwa ia hendak bekerja ke Thailand.

Soleh yang merupakan lulusan D3 Pariwisata jurusan Chef itu senang karena bakal bekerja menjadi koki di hotel.

Alhasil pada 18 Februari 2025 Soleh pun berpamitan kepada keluarganya di Bekasi dan berangkat menuju Thailand.

Diungkap Diana, Soleh mulanya ditawari pekerjaan oleh tetangga sekaligus teman rumahnya bernama Selly.

"Awalnya dia bilangnya pamit ke Thailand, kerjanya di hotel bikin roti. Diajak sama temannya Selly sama Ade, kerja di Thailand," ungkap Diana dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news, Kamis (27/3/2025).

Sebelum berangkat ke Thailand, Soleh sempat pamit ke ibunya hendak ke kawasan Tanjung Priok.

Kala itu Soleh mengaku ingin bertemu dengan orang yayasan Selly.

"(Kata korban) 'mak Soleh mau pergi ke orang yayasan'. (Kata Diana) 'ke mana?'. (Kata Soleh) ke Tanjung Priok sama kak Selly'. Selly tetangga sekaligus teman dia dia (Soleh). Pokoknya sebelum dia berangkat jarak dua hari sebelumnya," pungkas Diana.

Saat mendengar putranya bakal bekerja di Thailand, Diana sempat heran dengan berkas-berkasnya.

Kata Diana, tak ada surat permintaan izin dari orang tua seperti layaknya lowongan pekerjaan lain.

Namun saat itu Diana diyakini oleh Soleh bahwa gajinya bekerja di Thailand tiga kali lipat dari di Indonesia.

"Saya nanya kok enggak ada surat izin buat orang tua. Biasanya kalau kerja di mana-mana kan ada kertas, gajinya sekian, ini kok enggak ada. (Kata Soleh) 'diam-diam aja'. Dibilang gajinya gede, lumayan, tiga kali lipat (di Indonesia). Tapi enggak jelas (perusahaan apa)," imbuh Diana.

Kejanggalan Soleh di Thailand

Setelah sang putra berangkat ke Thailand, Diana sempat menaruh curiga sedikit demi sedikit.

Kecurigaan pertama adalah saat Diana mendengar nasihat dari Soleh untuknya.

Saat di Thailand, Soleh mengingatkan ibunya agar jangan mendengar omongan tetangga.

"Sempat telepon saya, pesan (Soleh) 'udah mak jangan kebanyakan pikiran, jangan dengerin kata orang'," kata Diana.

Kejanggalan kedua adalah Diana heran kenapa Soleh tak pernah memperlihatkan aktivitasnya bekerja di hotel.

Diana juga menangkap perangai aneh Soleh tiap kali video call dengannya.

Yakni Soleh selalu video call saat berada di dalam kamar dan di atas kasur.

"(Soleh selama di Thailand) Enggak pernah (merekam) aktivitas kerja, biasanya kalau bikin roti kan sambil bikin roti. Ini enggak, dia di atas kasur terus pakai selimut," ucap Diana.

Hingga akhirnya dua minggu setelah Soleh berangkat ke Thailand, Diana dikabari oleh teman kamar putranya soal kondisi Soleh.

Saat itu gelagat Soleh tampak tak wajar yakni ia tidak lagi mengenali ibunya.

"Malamnya saya ditelepon jam setengah 10, sama teman satu kamar, katanya Soleh, video call saya ngelihat anak saya udah enggak kenal sama saya. Saya ditanya 'ibu ada si Soleh punya riwayat kejiwaan?'. Saya bilang enggak ada, anak saya berangkat itu posisi bisul aja itu juga udah pecah. Enggak ada (penyakit)," pungkas Diana.

Lalu pada 3 Maret 2025, Diana mendapatkan kabar bahwa Soleh meninggal dunia.

Selang satu minggu lebih kemudian, jenazah Soleh pun tiba di Indonesia pada 15 Maret 2025.

Selanjutnya di tanggal 16 Maret 2025, jenazah Soleh dimakamkan.

Pilu sang putra meninggal mendadak, Diana terkejut saat melihat kondisi tubuh Soleh.

Diana menemukan luka sobek di perut jenazah Soleh.

Gara-gara hal tersebut, keluarga curiga ginjal Soleh telah diambil.

"Kayak sobekan di perutnya. Enggak tahu juga, orang ngomongnya ginjalnya diambil," kata Diana.

Atas kasus tersebut, Diana dan keluarga berencana untuk melaporkannya ke kepolisian.

Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News  

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved