Polemik Ijazah Jokowi

Petunjuk Penting Bukti Keaslian Sarjana Jokowi, Ternyata Beda Jauh dengan Penelitian Roy Suryo Cs

Petunjuk Penting Buktikan Keaslian Nilai Jokowi di UGM, Ternyata Beda Jauh dengan Penelitian Roy Suryo Cs

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Youtube Analis Forensik Digital/Forum Keadilan TV
KEBOHONGAN ROY SURYO CS SOAL IJAZAH JOKOWI - Bungkam Roy Suryo Cs Soal Nilai Jokowi, Ahli Sungguhan Punya Petunjuk Penting 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ahli Digital Forensik Josua M Sinambela membuktikan tuduhan Roy Suryo Cs terhadap ijazah Jokowisalah besar.

Josua menembukan bukti untuk membantah tuduhan Rismon Sianipar tentang nilai Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berdasarkan bukti tersebut, transkrip nilai Jokowi dapat dipastikan sudah sesuai aturan di UGM zaman itu.

Rismon Sianipar kini menyoal jumlah SKS yang didapat Jokowi saat lulus menjadi sarjana Kehutanan UGM.

Hal tersebut mulai dari form pendaftaran program studi yang ditemukan Bareskrim Polri.

Form itu diisi tahun 1981/1982.

Jokowi saat itu memilih program sarjana muda.

Lalu Rismon mempertanyakan gelar Insinyur Jokowi.

"JOKOWI Mengikuti Program Sarjana Muda di Fakultas Kehutanan UGM. Lalu, darimana ia mendapatkan gelar Ir?
Apakah program Sarjana Muda di UGM bergelar Ir KEHUTANAN?" tulisnya di media sosial X.

Selain itu Rismon juga mempermasalah jumlah SKS yang diperoleh Jokowi.

Dari foto yang ditayangkan Bareskrim Polri tertulis jumlah kredit pilihan Jokowi sebanyak 34.

Sedangkan jumlah wajib 122.

"Kok bisa jadi sarjana kehutanan? Saat ini saja, total kredit sarjana UGM saja 144 SKS. Apakah Jokowi hanya SARJANA MUDA sesuai dengan form yang diisinya?" tulisnya.

Baca juga: Skakmat dr Tifa, Rekan Kerja Ungkap Sosok Hari Mulyono, Sempat Dituding Pemilik Ijazah Asli Jokowi

Tuduhan itupun langsung dijawab Ahli Digital Forensik Josua M Sinambela.

Josua mengaku juga mendatangi UGM untuk melihat secara langsung skripsi dan data lain terkait dengan ijazah Jokowi.

Ia meneliti banyak skripsi, bukan hanya milik Jokowi.

Selain skripsi, Josua juga mendapatkan buku petunjuk program syudi S1 UGM tahun 1982.

"Di sini jelas orang yang mendapat sarjana ada syaratnya di sini, semua jelas," kata Josua di akun Youtube Analis Forensik Digital.

Baca juga: Sosok Ahli IT Berani Bongkar Kedok Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi, Rismon Sampai Ketar-ketir

Josua mendapatkan fakta sesuai aturan dalam buku petunjuk itu bahwa untuk program sarjana muda harus mengumpulkan 120 SKS.

Sedangkan S1 sebanyak 160 SKS.

"Ada beberapa nilai pak Jokowi yang dimunculkan, ada juga yang totalnya. Dan dia (Rismon) gak tahu 122 itu apanya. Itu pengalinya," kata Josua.

Jika dihitung kata Josua, SKS Jokowi sebanyak 162.

Itu dihitung dari jumlah 122 SKS sarjana muda dan 40 SKS untuk sarjana.

"Total SKS yang didapatkan Jokowi kurang lebih 160. 120 untuk sarjana muda dan 40 untuk sarjana jadi totalnya sudah memenuhi," jelasnya.

40 SKS yang dimaksud adalah angka yang ada pada barisan jumlah wajib pilihan.

Pun dengan nilai IPK yang diperoleh Jokowi.

Menurut Josua, berdasar buku petunjuk UGM syarat lulus menjadi sarjana adalah lebih dari 2.

"Termasuk nilai-nilainya. Mungkin ada satu semester dia di bawah 2, tapi lainnya di atas 2. Sarjana muda lebih besar dari 2 itu sudah lulus. Kemudian S1 40 SKS rata-ratanya 3. Muncul di layar sini," kata Josua.

Berdasarkan aturan berarti Jokowi harus lebih dulu memenuhi syarat 120 SKS untuk menjadi sarjana.

"81-82 ngambilnya sarjana muda karena dia harus lulus dulu 120 SKS. Selesai dulu, baru dua tahun lagi untuk mendapatkan sarjana," katanya.

Dilihat dari transkrip nilainya Jokowi mendapat 122 SKS menjadi sarjana muda.

Baca juga: Roy Suryo Soroti Huruf Z dan A di Ijazah Jokowi, Sebut Tidak Identik, Projo Tetap Yakin Asli

Ia kemudian melanjutkan menyelesaikan 40 SKS agar bisa menjadi sarjana.

"122 ini pembaginya ini SKS dari sarjananya 40. 120 sarjana ditambah 40, 160 akhirnya lulus lah menjadi sarjana," katanya.

Ia juga menjawab fakta soal tudingan tulisan Semeter I / Semeter II pada beberapa data milik Jokowi.

"Di sini sudah ditunjukan. nah ini di semester awal, ada juga yang memplesetkan karena tertulis 1 dan 2. Istilah dari semester ganjil dan genap. Mereka mengira ini semeser 2 tapi tahun 83. Padahal mereka gak paham semester ganjil dan genap," katanya.

Tampak dari transkrip nilai pun, Jokowi mendapat IPK 3,05.

Artinya nilai tersebut sudah memenuhi syarat studi S1 di UGM.

"Dan nilainya di sarjana 3 koma sekian itu dianggap memuaskan," katanya.

Namun begitu Roy Suryo Cs justru membuat narasi sesat yang tidak sesuai dengan aturan.

"Ini yang dibuat dia narasi seolah Jokowi hanya menyelesaikan 120 SKS. Padahal ini bukan SKS-nya. ini yang dimainkan mereka, dibuatkan asumsi," kata Josua.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved