SPMB 2025

Hari Ketiga SPMB di Kabupaten Bogor, Wali Murid Masih Serbu Kantor Disdik, Kesulitan Daftar Online

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor terus kedatangan wali murid pada hari ketiga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
SPMB BOGOR - Sejumlah wali murid mendatangi Kanoor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor pada hari ketiga pelaksanaan SPMB, Kamis (3/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor terus kedatangan wali murid pada hari ketiga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Para orang tua murid tersebut menghadapi kesulitan untuk mendafarkan anaknya masuk sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

Operator SPMB Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana mengatakan, jumlah wali murid yang datang pada hari ketiga ini mengalami penurunan dibanding dua hari sebelumnya.

"Hari pertama itu di angka 487, hari kedua 322, dan hari ketiga ini ada sekitar di bawah 100 (orang)," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (3/7/2025).

Penurunan tersebut terjadi karena adanya evaluasi yang dilakukan setelah hari pertama pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.

Iqbal Rukmana menerangkan, sekolah asal maupun yang akan dituju kini dapat membantu verifikasi pendaftaran sehingga tidak terjadi penumpukan.

"Jadi untuk sekarang posisinya, orang tua sedang menunggu hasil verifikasi berkas dari Satuan Pendidikan tujuannya," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rata-rata kendala yang dihadapi oleh wali murid adalah kesulitan dalam mengakses sistem pendaftaran.

Bukan karena server yang bermasalah, sambungnya, wali murid menghadapi kendala saat masuk ke dalam akun pendaftaran seperti lupa password, lupa akun, hingga kesulitan menentukan koordinat.

"Ada beberapa faktor, satu kemampuan orang dalam menggunakan teknologi beda-beda, terus ada juga kendala internet, kendala ponselnya pun ada," katanya.

"Kadang mereka tidak memiliki berkas yang dimaksud, dan tidak mengerti maksudnya, arahnya kemana gitu. Ini ngisi nomor kakak yang mana sih? Isi NIK yang mana sih? Ada yang kayak begitu," katanya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved