Tertibkan PKL Nakal, Ridwan Kamil Ditantang Berkelahi Seorang Tukang Bakso

Bukan digampar, hanya disuruh push-up saja, semuanya ada delapan (anggota) Satpol PP (yang dihukum).

Editor: Bima Chakti Firmansyah
Tribunnews/Herudin
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil memberikan pernyataan saat acara Rapat Koordinasi Nasional Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kabar ada seorang penjual bakso yang menantang Wali Kota Bandung Ridwan untuk berduel, ramai dibicarakan di kalangan pedagang Alun-alun Bandung, Rabu (16/12/2015).

Menurut seorang pedagang asongan yang enggan disebutkan namanya, saat itu, Ridwan Kamil menemukan sejumlah pedagang yang masih berjualan di kawasan itu meski telah dilarang.

Melihat kondisi itu, amarah pria yang akrab disapa Emil itu memuncak dan ia menceramahi serta memberi peringatan keras kepada para pedagang nakal itu.

Tak hanya memberi peringatan, Emil juga "menghadiahi" hukuman push up.

"Ada rekan kami, tukang bakso, tidak terima atas peringatan dan hukuman dari Pak Emil. Terus si tukang bakso ngajak gelut (berkelahi) ke Ridwan Kamil," kata pedagang asongan asal Kabupaten Sumedang itu, Rabu (16/12/2015).

Selain menegur dan menghukum para pedagang nakal, Emil juga menghukum anggota Satpol PP yang bertugas di sekitar Alun-alun Bandung.

Dilansir Kompas.com, Ridwan Kamil yang ditemui di Balai Kota Bandung. Sang Wali Kota mengakui bahwa peristiwa itu memang pernah terjadi.

"Apa? (Saya) diajak berantem sama tukang bakso?" kata Emil balik bertanya.

Emil mengatakan, hal itu terjadi karena dia kesal melihat para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di tempat yang sudah dilarang.

"Kejadiannya sudah seminggu lalu. Jadi, gini, para PKL sudah ditempatkan di basement (untuk lahan mereka jualan), tetapi ternyata ada sekian persen pedagang nakal yang keluar ke mulut atau exit basement," ujar Emil.

Emil mengaku kesal melihat ketidakdisiplinan para pedagang itu. Kondisi itulah yang memicu amarahnya karena para pedagang tetap saja membandel meski sudah diperingatkan beberapa kali.

"Sudah berkali-kali saya ingatkan, sudah enam kali saya ingatkan, tetapi ternyata gitu terus," keluh Emil.

Puncak kemarahan Emil terjadi ketika tak ada satu pun petugas Satpol PP yang berjaga di sana.

"Saya kesal sama Satpol PP. Mereka baru datang (bertugas) setelah saya datang memantau ke sana. Jadi, kan saya kesal sehingga saya beri peringatan keras dan saya hukum mereka. Saya suruh push-up," kata dia.

Anggota Satpol PP dihukum di depan umum dan menjadi tontonan pengunjung Alun-alun. Emil membantah kabar yang menyebut dia menampar sejumlah anggota Satpol PP.

"Bukan digampar, hanya disuruh push-up saja, semuanya ada delapan (anggota) Satpol PP (yang dihukum)," kata dia.

"Intinya, saya berikan peringatan keras ini supaya jangan pada gitu lagi, jangan melabrak aturan. Saya peringatkan keras Satpol PP. Saya ingatkan sebagai petugas kalau kerja jangan 'angin-anginan', gitu saja," katanya. (Rio Kuswandi/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved