Kanal

Bocah Pemulung Ini Dikira Wafat Ternyata Masih Hidup, Tangis Ayah: Maafin Bapak Gak Bisa Jaga Angga

Angga bocah pemulung yang dikabarkan meninggal ternyata masih hidup, ini tangisan sang ayah - kolase Instagram/TribunJakarta Dwi Putra Kesuma

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang bocah laki-laki pemulung asal Depok viral di media sosial, dikira sudah meninggal ketika ditemukan di pinggir jalan ternyata hoaks.

Dari video yang beredar, ketika ditemukan, bocah pemulung ini dalam keadaan duduk tertelungkup mengenakan baju merah.

Di depannya terletak karung tempat barang-barang hasil pulungannya.

Warga yang memvideokan mengira bocah pemulung ini sudah meninggal, bahkan menuliskan tulisan Innalillahi wa inna ilaihi Rojiun.

Ternyata kabar tersebut bohong alias hoaks, bocah pemulung itu masih hidup hingga detik ini.

Nama bocah pemulung ini adalah Dedi Putra Anggara (12), warga Gang Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

7 Tahun Tinggal di Jepang, Vokalis The Sigit Pernah Tendang Anak Yakuza, Ayahnya Bereaksi Ini

Batal Nikah Gara-gara Weton, Gadis Pekalongan Ini Mengaku Trauma Disebut Nanti Ada yang Meninggal

Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJakarta, Angga, panggilan akrab sang bocah pemulung ini ditemukan oleh ayahnya yang bernama ini Samsudin.

Dini hari, Samsudin langsung pergi ke kawasan Bojongsari, Sawangan, Depok demi bertemu dengan Angga.

Hal tersebut karena snag ayah begitu was was dengan pemberitaan di media sosial tersebut yang menyebutkan anaknya sudah meninggal.

"Jadi tetangga ada yang tau lokasi video Angga yang viral itu, langsung kesana berdua naik motor," ujar Dewi Oktaviani (42) ibunda Angga  di kediamannya, Senin (19/8/2019).

Teuku Wisnu Ikut Lomba Panjat Pinang di Momen 17 Agustus, Warga: Kapan Lagi Bisa Injak Pundak Artis

Tolak Hubungan Badan, Siswi SMP Tewas Dibacok, YP Kabur Lihat Hiburan 17 Agustus & Minum Kopi

Setelah beberapa lama mencari, Angga ternyata ditemukan dalam keadaan sehat.

Malah Angga ini sedang membeli nasi goreng.

Alhasil, sang ayah pun langsung memeluk erat Angga dan menangis sejadi-jadinya.

"Alhamdulillah Angga ada, lagi beli nasi goreng. Langsung saya turun saya peluk, gak kuat saya nangis," kata Samsudin, ayah Angga.

ayah Angga menunjukkan foto keluarga (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Melihat kenyataan tersebut, ibunda Angga geram.

Ia tidak habis pikir ada yang mengambil video anaknya ketika tengah tertidur lelap dan menyebutnya telah meninggal dunia.

Bahkan, ia pun sempat pingsan tak sadarkan diri ketika ada seorang relawan yang memberi kabar pada dirinya bahwa Angga telah meninggal dunia.

"Saya sempat pingsan pertama kali dengar kabar ada relawan telpon Angga meninggal, jahat banget yang nyebut anak saya meninggal dunia," ujarnya.

Menurut Angga, dirinya tak tahu kenapa beritanya meninggal bisa viral.

Padahal saat itu, ia sedang tidur di pinggir jalan

“Gak tahu siapa yang rekam aku, itu aku lagi tidur dipinggir jalan,” ujar Angga, ketika ditemui di rumah kontrakannya di Gang Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok.

Sadar dari Koma 10 Hari karena Jatuh dari Tangga, Pria Ini Hilang Ingatan, Lupa Kalau Sudah Menikah

Sementara itu, Samsudin pun meminta maaf lantaran dirinya belum bisa memenuhi segala kebutuhan Angga karena keterbatasannya.

Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Samsudin berprofesi sebagai penjual siomay keliling.

Sementara sang istri, Dewi Oktaviani (42) berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang kerap membantu penghasilan suaminya dengan berjualan makanan.

“Maafin bapak nak, bapak belum bisa menuhin kebutuhan Angga selama ini,” ucap Samsudin menangis sambil merangkul Angga.

"Maafin bapak, gak bisa jagain Angga. Keadaan bapak kayak gini. Maafin bapak juga ya," tambah Samsudin masih dalam keadaan menangis.

"Angga janji gak bakal kabur lagi ya?" ujar salah seorang wartawan.

Samsudin, ayah Angga menangis anaknya masih hidup, tidak meninggal seperti kata berita viral (TribunJakarta.com/Dwi Putera Kesuma)

"Janji ya (gak kabur lagi)," ujar sang ayah.

Angga pun mengangguk dan berjanji dirinya tidak akan kabur lagi.

"Angga janji gak bakal kabur lagi," janji Angga.

"Dikira bapak udah ninggal, nanti disamperin ke akhirat. Bapak ikhlas ngurusin Angga," ujar Samsudin.

Kerusuhan Papua, Wiranto : Masyarakat Jangan Terpancing dan Terpengaruh dengan Berita-berita Negatif

Sementara itu, Dewi ibunda Angga mengatakan bahwa Samsudin merupakan ayah tiri Angga.

Ayah kandung Angga, telah wafat sejak Angga berusia empat tahun dan Dewi pun menikah dengan Samsudin hingga melahirkan seorang anak yang kini menjadi adik dari Angga.

“Ayah Angga sudah meninggal sejak dia masih umur empat tahu, kemudian saya menikah sama bapak (Samsudin). Bapaknya juga sayang banget sama dia sudah kaya anak kandung sendiri,makanya sejak dengar kabar Angga meninggal dia panik terus sampai nyari kemana-mana," ujarnya.

Pergi dari rumah 2 hari sebelum Lebaran

Angga mengatakan dirinya memang pergi dari rumah untuk memulung sejak awal bulan Juni 2019.

“Sekira awal bulan Juni 2019, pergi dari rumah karena mau mulung,” ujar Angga, Senin (19/8/2019).

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Dewi Oktaviani (42) ibunda Angga, ia mengatakan putranya tersebut pun meninggalkan rumah sejak dua hari sebelum hari Raya Idul Fitri 2019 pada Jumat (7/6/2019).

Hal tersebut nekat dilakukan Angga demi membantu perekonomian keluarganya.

”Angga bilangnya mau memulung, sudah saya larang dia tetap maksa katanya mau bantu saya, sejak saat itu Angga gak pulang ke rumah,” ujar Dewi menahan air matanya.

Ketika kabur, Angga mengaku dirinya sempat takut untuk pulang ke rumah lantaran takut dimarahi  orang tuanya.

“Takut, aku kan sudah lama gak pulang ke rumah jadi kalau pulang takut dimarahi,” katanya.

Sekarang, Angga pun sudah berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya.

Ia pun berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan kembali bersekolah seperti teman-teman sebayanya. (*)

(TribunBogor/TribunJakarta)

Penulis: Uyun
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: TribunnewsBogor.com

Berita Populer