Kanal

Emosi Iwan Buat Nyawa Sopir Taksi Online Melayang, Insiden Keponakan Jadi Alasan : Tak Niat Bunuh

Ruslan Sani (43 tahun), driver taksi online di Palembang saat di Rumah Sakit Bhayangkara, Minggu (29/12/2019). - SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM

"Keponakan saya lagi jalan kaki di dekat flyover Jakabaring mendadak ditabrak dia ini. Tapi dia tidak mau tanggung jawab," katanya saat berada di Polresta Palembang, Senin.

Saat itu, Iwan yang mengincar Ruslan sempat membatalkan 20 kali pesanan hingga sempat diblokir pihak aplikasi.

"Saya sempat beberapa kali pindah untuk mencari korban ini. Setelah titik pesanan saya arahkan ke Jalan Kolonel Atmo baru diterima. Saya dan Sulaiman langsung naik ke mobil," ujarnya

Sebelum pembunuhan terjadi, lanjutnya, ia duduk di kursi depan penumpang, sedangkan Sulaiman duduk di belakang kursi kemudi.

Iwan lalu menanyakan kepada Ruslan soal pertanggung jawabannya setelah menabrak keponakannya.

Namun, Iwan menyebut jika Ruslan saat itu langsung marah hingga membuatnya emosi dan menghabisi nyawa korban.

"Waktu saya jerat (leher) dia melawan dan mengambil pisau mencoba menusuk saya. Pisau itu saya ambil dan tusukan ke dia," ungkap Iwan.

Setelah mengalami luka tusuk, korban Ruslan sempat mencoba keluar mobil dan berteriak minta tolong.

Sementara itu, pelaku Sulaiman yang mengaku baru satu bulan mengenal Iwan saat bertemu di sekitar jembatan Ampera, Palembang, mengatakan, ketika itu, Iwan bercerita sedang mencari mobil yang pernah menabrak keponakannya.

“Saya cuma bantu Iwan pesan taksi online pakai ponsel saya. Katanya cuma mau memberi pelajaran, tidak sampai ada niat membunuh, dia (korban) melawan dan mencoba menusuk saya, tapi saya tahan dan balikkan pisau kena perutnya," kata Sulaiman yang tercatat sebagai warga Jalan Untung Suropati, Jeluntung, Provinsi Jambi ini.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Damanhuri
Sumber: TribunnewsBogor.com

Video Detik-detik Jenderal Bintang Dua Disuruh Keluar Ruangan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa

Berita Populer