Ganjil Genap Kota Bogor

Ganjil Genap Dilanjutkan, Ketua PHRI Kota Bogor Bicara Strategi Pemasaran Perhotelan

Wali Kota Bogor Bima Arya bicara tentnag ganjil genap di Kota Bogor saat hadir dalam diskusi di Podcast Sowan Pokwan DPRD Kota Bogor, Rabu (17/2/2021)

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebijakan ganjil genap yang berdampak pada sektor ekonomi membuat pemerintah Kota Bogor bersama Satgas Covid-19 dan Forkompinda melakukan evaluasi penerapan ganjil genap di Kota Bogor.

Jalan tengah pun diambil agar kesehatan masyarakat bisa terjaga dan sektor ekonomi tetap berjalan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutnya dengan istilah kompromi yang berarti langkah untuk menyesuasikan antara kesehatan dan ekonomi.

Bima mengatakan bahwa ganjil genap bukanlah lockdown.

Artinya masyarakat masih bisa melakukan mobilitas selama kendaraan yang digunakan sesuai dengan kebijakan ganjil genap.

"Target kita sebetulnya adalah orang yang jalan jalan jalan drengan tidak jelas, tapi bagi yang mau usaha masih bisa kok," katanya, Rabu (17/2/2021) saat hadir dalam diskusi di Podcast Sowan Pokwan DPRD Kota Bogor.

Bima menjelaskan bahwa dari data yang dimilikinya pengunjung rumah makan, restoran berkurang bahkan hingga penurunan omset 30 sampai 40 persen.

Sementara itu untuk bidang perhotelan kata Bima data menunjukan pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif.

Pasar tradisional maupun pertokoan pun mengalami penurunan yang signigikan karena dampak dari ganjil genap.

Halaman
12

Berita Populer