Wanita Misterius Pembawa Sate Beracun Diburu, Driver Ojol Bongkar Ciri-cirinya, Sempat Tanyakan Ini

Penulis: khairunnisa
Editor: Ardhi Sanjaya
Wanita Misterius Pembawa Sate Beracun Diburu, Driver Ojol Bongkar Ciri-cirinya, Sempat Tanyakan Ini

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus sate beracun yang menewaskan seorang anak driver ojek online (ojol), NFP (8) menemui babak baru.

Polisi kini tengah memburu wanita misterius yang membawa sate beracun tersebut.

Mengenai hal tersebut, ciri-ciri wanita misterius itu pun akhirnya terkuak.

Ayah korban, Bandiman (36) nyatanya jadi pihak yang paling tahu soal sosok wanita misterius tersebut.

Sebab, Bandiman lah yang menerima langsung sate beracun dari sang wanita misterius.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas, kejadian nahas bocah SD tewas usai makan sate terjadi di Yogyakarta.

Korban, NFP adalah putra kedua dari Bandiman (36), warga Salakan Kelurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Tak cuma NFP, istri Bandiman, Titik Rini (33) juga turut menjadi korban akibat sate misterius tersebut.

Namun, nyawa Titik Rini masih terselamatkan.

Baca juga: Video Munarman Tuduh Najwa Shihab Giring Opini, Ngotot Ditanya Soal Baiat ISIS : Apa Itu Kejahatan ?

Baca juga: Lowongan Kerja di Bank BCA, Besar-Besaran Terbuka untuk Fresh Graduate, Ini Link Lamaran

Kini, Titik Rini masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit.

Olah TKP

Dikutip dari TribunJogja.com, Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium makanan.

Sisa sate yang dikonsumsi oleh korban sudah dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta.

"Kami masih menunggu hasil laboratorium. Dugaan dari makanan, makanya kami menunggu hasil pemeriksaan makananya.

"Saat ini masih belum keluar (hasil laboratorium), mungkin tidak lama lagi,"katanya, Selasa (27/04/2021).

Polsek Sewon tidak melakukan autopsi jenazah bocah 8 tahun itu. Penyebabnya adalah pihak keluarga keberatan.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pihaknya melakukan pendalaman pemeriksaan.

Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap paket sate misterius, Senin (26/4/2021) (TRIBUNJOGJA.COM/Miftahul Huda)

Salah satunya dengan mengambil keterangan dari saksi-saksi.

Hingga saat ini sudah ada sekitar empat saksi yang diperiksa.

Saksi tersebut berasal dari keluarga korban dan dari penerima makanan yang asli (Tomy).

"Saksi sudah kami ambil keterangan, dari keluarga korban termasuk orangtua,"

"Kemudian penerima makanan itu. Kan istrinya di rumah, kemarin ayah korban kan bertemu dengan istri Tomy dulu sebelum akhirnya dibawa pulang,"terangnya.

Jajarannya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk di lokasi pertama Bandiman, ayah korban menerima pesanan offline.

"Kami sudah cek ke sana dengan INAFIS juga puskemas.

"Kita cek apakah ada kemungkinan CCTV yang merekam, karena di sana banyak sekali pohon-pohon,"tambahnya.

Polsek Sewon melakukan penyelidikan terkait kematian Naba Faiz Prasetya (8) setelah makan sate (dok.Polsek Sewon)

Baca juga: Bayar Rp 25 Juta Seminggu, Baim Wong Murka Rumahnya Belum Jadi, Bongkar Kelakuan Tukang Bangunan

Baca juga: Mulai Cair Hari Ini, Apakah Pegawai Pemerintah Non PNS Juga Mendapat THR? Begini Penjelasan Kemnaker

Ciri-ciri Wanita Pembawa Sate Beracun

Jadi pihak yang menerima sate beracun tersebut, ayah korban, Bandiman mengungkap sebuah fakta.

Bandiman adalah driver ojol yang diminta wanita misterius untuk mengantarkan paket sate.

Tak disangka, sate dari sang wanita misterius adalah sate beracun.

Dikutip TribunnewsBogor.com, Bandiman mengurai pengakuan mengenai sosok sang wanita misterius.

Bandiman mengungkap ciri-ciri dari wanita misterius tersebut.

Berikut adalah ciri-ciri wanita misterius pembawa sate misterius :

- Berusia muda

- Berkulit putih

- Memiliki tinggi 160 cm

- Mengenakan pakaian berwarna krem

Adapun saat berbincang dengan Bandiman, sang wanita misterius sempat memuat pengakuan.

Bahwa ia tidak punya aplikasi ojek online.

Baca juga: Cair Awal Mei, Begini Cara Cek Penerima Bansos Kemensos 2021 di cekbansos.kemensos.go.id

Baca juga: Nathalie Holscher Akhirnya Kembali ke Rumah Sule, Manja Saat Diminta Beri Bukti : Ada Bunda

Alhasil, sang wanita misterius meminta paket satenya diantar Bandiman dengan sistem offline.

"Dia mengatakan bahwa tidak punya aplikasi, dan meminta mengirimkan paket takil ke seseorang bernama Tomi di Villa Bukit Asri, Sembungan, Kasihan, Bantul," ujar Bandiman.

Tak cuma itu, sang wanita misterius juga sempat mengurai pertanyaan kepada Bandiman.

Yakni perihal tarif Bandiman mengantar paket sate tersebut.

Ditanyai soal tarif, Bandiman pun menjawabnya.

Namun sayang, kala itu Bandiman tak sempat bertanya soal identitas detail sang wanita misterius pembawa sate beracun.

"Saya minta Rp 25 ribu, lalu saya dikasih Rp 30 ribu. Saya juga minta nomor HP orang yang dituju.

"Dan minta nama si pengirim, dia mengatakan bahwa pengirim atas nama Hamid dari Pakualaman," ujarnya.

Ilustrasi Sate (TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah)

Awal Mula Kasus

Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, mengatakan ayah korban, Bandiman yang membawa sate tersebut.

Sebelum membawa sate tersebut pulang ke rumah, Bandiman yang berprofesi sebagai ojek online menerima pesanan offline.

Bandiman mendapat order mengantar dua bungkus sate ayam atas nama Hamid dari seorang wanita di sebuah masjid di sekitar Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta.

"Tukang ojek ini tidak menanyakan identitas pengirim. Perempuan, tetapi diatasnamakan Hamid," kata Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto.

Diminta mengantarkan sate ke seseorang, Bandiman diberikan biaya lebih oleh sang wanita misterius.

"Jadi Bandiman mendapat pesanan offline. Di daerah Gayam, Kota Yogyakarta ada seorang perempuan yang datang minta untuk mengantarkan makanan secara offline. Biaya Rp25.000, tetapi oleh perempuan itu diberi Rp30.000,"katanya, Senin (26/04/2021).

Tanpa pikir panjang, Bandiman langsung mengantarkan makanan tersebut ke Kalurhan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan.

Sesampainya di alamat tujuan, Bandiman menelpon Tomy yang merupakan penerima makanan tersebut.

Namun saat ditelepon, Tomy sedang berada di luar kota.

FOLLOW US :

Tomy juga tidak mengenal sosok pengirim, sehingga makanan tersebut diberikan kepada Bandiman.

Sesampainya di rumah, isterinya bernama Titik Rini dan NFP kemudian membuka paket sate bakar yang dibawa oleh Bandiman.

Bandiman, beserta istri dan NFP kemudian memakan sate tersebut.

Baca juga: FAKTA Siswa SD Tewas Usai Makan Sate dari Wanita Misterius, Kakak Selamat Setelah Lakukan Ini

Baca juga: Nathalie Holscher Akhirnya Kembali ke Rumah Sule, Manja Saat Diminta Beri Bukti : Ada Bunda

Tak berselang lama, NFP yang memakan begitu lahap mengeluhkan rasa sate yang pahit.

"Pas saya makan itu gak apa-apa. Ternyata racunnya itu ditaruh dibumbunya. Anak saya bilang bumbunya pahit.

"Dia lalu ke dapur dan sudah muntah-muntah. Istri juga muntah-muntah. Pas tak pastikan anak saya sudah tidak sadarkan diri," jelasnya.

"Makanan tersebut dinikmati oleh istrinya dan kedua anaknya, termasuk korban. Pak Bandiman sama anaknya yang pertama makan dua tusuk sate ayam, tetapi tidak terjadi masalah,"terangnya.

"Berdasarkan keterangan bapaknya (Bandiman), ibuknya sama anaknya yang kedua yang meninggal itu makan dengan bumbu sate. Kalau yang bapaknya sama anak pertama tidak pakai bumbu. Lha anak dan istrinya itu merasa pahit sekali, kemudian muntah-muntah, terus jatuh, lalu dibawa ke rumah sakit,"lanjutnya.

Karena panik Bandi kemudian membawa putranya ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, NFP sudah tak tertolong lagi.

"Sudah meninggal pas perjalanan ke rumah sakit. Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium itu katanya racunnya lebih kuat dari racun pupuk pertanian," pungkasnya.

Kata Ahli soal Sate Beracun

Apa kata ahli forensik UGM, dr Lipur Riyantiningtyas BS SH SpF, mengenai kemungkinan racun yang ada di bumbu sate tersebut?

“NFP kemungkinan besar memang meninggal dunia karena racun,” tegas dr Lipur Riyantiningtyas BS SH SpF kepada Tribun Jogja, Senin (26/4/2021).

Namun, ia mengaku sulit untuk mengetahui jenis racun apa yang terkandung di sate tersebut jika hanya membaca dari berita.

“Kami harus tahu terlebih dahulu gejalanya. Harus lengkap,” tambahnya.

Gejala itu kemudian dihubungkan dengan hasil pemeriksaan di tubuh korban serta hasil uji sampel dari sisa makanan.

Ditanya apakah mungkin racun yang digunakan mirip dengan sianida, Lipur enggan berspekulasi.

Menurutnya, peristiwa nahas yang menimpa NFP menjadi ranah kepolisian sehingga publik diimbau tidak berasumsi.

"Harus menunggu pernyataan resmi dari aparat. Soal kepastian racun yang ada di bumbu sate, sebaiknya tunggu hasil laboratorium,” tandasnya.

(Kolase Tribun Jogja dan Kompas)