Cerita Pelanggar PPKM Darurat, Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta hingga Tukang Cukur Membela Diri

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sidang Pelanggaran PPKM Darurat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah pedagang mendapatkan sanksi dari petugas lantaran dianggap melanggar protokol kesehatan saat PPKM Darurat.

Sidang di tempat terhadap warga melanggar protokol kesehatan dan PPKM Darurat pun mulai diberlakukan di berbagai tempat di Jabar sejak awal pekan ini, dengan menghadirkan hakim Pengadilan negeri.

Seperti halnya di Kabupaten Garut. Hakim Pengadilan Negeri Garut turun ke jalan dan mengadili para pelangar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Salah satu pelanggar diantaranya adalah Amey (40), tukang cukur di sekitar Bunderan Simpang Lima Garut.

Saat dihadapkan pada hakim, di sidang tindak pidana ringan, Selasa (6/7/2021), dia sempat membela diri.

"Saksi apakah saksi mengetahui perihal perkara ini?," tanya hakim kepada saksi yang sekaligus pemilik usaha.

"Ya saya belum tahu, karena mungkin wawasan saya kurang menyerap imbauan pemerintah, tapi saya sudah mengintruksikan karyawan saya untuk harus tutup," ungkap Amey.

Saksi mengatakan tempat usahanya tetap buka karena dirinya mempertahankan hak hidup yang sudah diatur dalam undang-undang. Saksi yang mempunyai tempat usaha cukur menjelaskan dirinya tidak bisa mengatur waktu saat hendak tutup.

"Saya bingung yang mulia, jadi kejadiannya ketika karyawan saya mencukur pelanggan, saat itu belum selesai, sementara batas buka sudah habis," ungkapnya.

Majelis hakim kemudian memberikan nasihat agar pelanggaran tersebut tidak terulang kembali.

Halaman
1234