Gelagat Suami Sebelum Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Istri Hamil Tua Syok Lihat Mayat Dibungkus Plastik

Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Gelagat Suami Sebelum Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Istri Hamil Tua Syok Lihat Mayat

Namun Dede tidak kunjung tiba di rumah orang tuanya, kemungkinan tidak jadi menginap.

Sampai akhirnya ada kabar dari kepolisian bahwa ada mayat dan diduga Dede.

Mengetahui kabar tersebut, istri korban yang sedang hamil tua itu sempat histeris dan nyaris pingsan.

Ilustrasi Mayat (Tribunnews/ilustrasi)

Amriadi mengaku, barang milik Dede yang hilang berupa sepeda motor, ponsel dan tas kecil, kemungkinan berisi uang dan kartu-kartu identitas.

"Barang konter tidak ada yang hilang, cuma barang yang dibawanya saja," ujar Amriadi.

Istri korban dan keluarga mengaku tak menyangka kalau Dede dibunuh.

Pasalnya, Dede adalah sosok yang pendiam, mengalah dan dari kecil tidak pernah berkelahi.

Dulu dia pernah dibegal di Pesawaran dan semua barang diserahkan.

"Kalau setahu kami tidak ada musuh, sebab orangnya ngalahan, tapi tidak tahu juga ini," ujar Amriadi.

Baca juga: Kabar Duka: Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Dedi Syarif Meninggal Dunia

Pelaku Sakit hati

Polisi mengungkap alasan BM dan SA melakukan aksi nekat kepada Dede.

Perbuatan jahat ini rupanya didasari dengan rasa sakit hati.

Terungkap, Dede Saputra telah menjalin hubungan layaknya kekasihnya sejak 2020 dengan BM di belakang istrinya.

Sementara Dede menikahi sang istri Oktober 2020 dan kini sedang hamil usia 8 bulan.

Sementara SA merupakan mantan pacar Dede.

ilustrasi (net)

BM kesal lantaran Dede Saputra beberapa kali mengingkari janjinya.

Saat melakukan hubungan terlarang, Dede berjanji akan memberikan uang Rp 700 ribu, tapi hanya memberi Rp 300 ribu.

"Kesel dengan dia sebab tidak sesuai dengan perjanjiannya," ujar BM di Mapolres Tanggamus.

Baca juga: Bacok Penonton Acara Orgen Tunggal, Pria di Bima Menyerahkan Diri ke Polisi

Awal penemuan mayat

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Sutejo (65), penggarap kebun karet.

Ia saat itu berencana mengambil air untuk menyiram tanaman cabai.

Ketika itulah ia melihat ada bungkusan plastik ikan mengapung di dalam lubang.

Mayat pria tanpa identitas yang terbungkus plastik ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021).

Mayat pria tanpa identitas ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021). (Tribunlampung / Tri)

Lokasinya sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Karena curiga, Sutejo memanggil Eeng (40), Kadus Dusun Jarak, Pekon Tiuh Memon.

Ternyata di dalam plastik tersebut terdapat jasad manusia. Okta menambahkan, di sekitar lokasi ditemukan tetesan darah.

Kuat dugaan, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Kondisi mayat saat ditemukan terlipat seperti janin dalam kandungan atau fetus.

Tubuh mayat itu terbalut plastik transparan dua lapis dan terikat.

Baca juga: Maafnya Ditolak, Oknum Satpol PP yang Pukul Wanita Hamil Curhat Soal Rezeki Orang Baik : Gak Banyak

Hasil identifikasi polisi

Polisi akhirnya mengetahui identitas mayat pria yang ditemukan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021) pagi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, pria tersebut teridentifikasi bernama Dede (32), warga Kebon Kelapa, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

"Dari hasil pemeriksaan Inafis, alhamdulillah berhasil diidentifikasi, korban bernama Dede, warga Kebon Kelapa, Talang Padang," kata Ramon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Ramon menjelaskan, Dede diketahui sebagai pemilik konter ponsel di wilayah Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Ramon menjelaskan, hasil identifikasi korban sudah disesuaikan dengan keluarga korban dan hasilnya cocok.

"Kami juga memanggil keluarga korban untuk memastikan kebenaran. Sehingga didapatkan identitas lengkapnya," ujar Ramon.

Sebab, pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Pasalnya, ada 19 luka pada mayat tersebut.

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, berdasarkan pemeriksaan, pada tubuh korban ditemukan 19 luka, mulai dari luka tusukan, bacokan, sobek, dan lecet.

"Pada dada korban, ada satu luka bacok, lalu di kening sebelah kiri. Luka lecet di bahu sebelah kiri, luka sobek di tangan sebelah kiri," kata Okta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

"Dilihat dari luka-luka korban, diduga merupakan korban pembunuhan," pungkasnya.

(TribunBogor/TribunLampung