Heboh Biaya Kremasi Jenazah Covid-19 Dipatok Rp 80 Juta, Hotman Paris Geram : Kenapa Kau Tega?

Penulis: Uyun
Editor: Ardhi Sanjaya
Heboh Biaya kremasi jenazah Covid-19 dipatok Rp 80 juta, Hotman Paris geram ngadu ke polisi

"Ada warga ngadu ke saya, untuk biaya peti jenazah 25 juta, transport 7,5 juta, kremasi 45 juta, lain-lain 2,5 juta.

Maka keluarga si korban harus membayar 80 juta untuk kremasi," tutur Hotman Paris membeberkan curhatan netizen.

"Halo rumah duka dan krematorium. Kenapa kau begitu tega menagih biaya yang sangat tinggi untuk korban pandemi?" tegas Hotman Paris, dilansir dari akun Instagram @hotmanparissofficial.

"Apakah kau bisa tersenyum saat simpan uangmu di atas penderitaan, mayat keluarga orang lain?" tegasnya lagi.

Lantas, Hotman Paris meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit untuk menindak para pelaku usaha rumah duka dan krematorium yang tega mematok harga kepengurusan jenazah Covid-19 dengan harga selangit.

Baca juga: Curhat Pilu Camat Sebelum Menyusul Istri Wafat, Depresi Tinggal Sendiri, Pamit Tidur Selama-lamanya

"Kepada bapak Kapolri, tolong segera kerahkan anak buahmu. Tindak pengusaha rumah duka dengan biaya kremasi yang sangat gede," imbuh Hotman Paris.

Selain lapor polisi, Hotman Paris juga mengadu pada kepala daerah seperti gubernur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB. (Youtube Sekretariat Presiden)

Sang pengacara meminta agar rumah duka yang melanggar tersebut harus dicabut izinnya.

"Untuk bapak gubernur dan walikota, cabut juga izinnya rumah duka dan lembaga krematorium. Cabut izinnya. Harus tegas," ujar Hotman Paris.

"Kasihan warga sudah kematian, masih harus menangis untuk membayar," pungkas Hotman Paris.

Baca juga: Dulu Percaya Hoaks soal Vaksin, Kini Pasien Covid-19 Ungkap Penyesalan Pasca Sekarat Terpapar Corona

Halaman
1234