Ikan Arwana Rekannya Dicuri, Irfan Hakim Menangis di Mapolres Bogor

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Artis sekaligus pecinta satwa Irfan Hakim menangis di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (27/7/2021).

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Artis sekaligus pecinta satwa Irfan Hakim menangis di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (27/7/2021).

Peristiwa ini terjadi ketika Irfan Hakim menghadiri rilis pengungkapan kasus pencurian ikan arwana yang melibatkan karyawan rekannya yang juga pecinta satwa di Cibinong, Bogor.

Irfan mulai meneteskan air matanya setelah tahu bahwa pelaku pencurian ikan arwana yang ditangkap polisi ternyata orang yang dia kenal.

Pelaku pencurian ini ternyata merupakan karyawan dari pemilik budidaya arwana yang merupakan sahabat Irfan Hakim.

"Saya suka ngobrol juga (dengan pelaku), berinteraksi, ketika panen saya bercanda, ngobrol ketika perawatan ikan. Tapi ketika tahu pelakunya siapa, tadi saya ketemu, kalau tidak ketemu di situ waduh pak, saya kesal sekali," kata Irfan Hakim.

Tetesan air mata Irfan Hakim memuncak ketika dia menceritakan sosok korban KE yang merupakan sahabat sesama pecinta arwana tersebut.

KE ini, kata Irfan, sudah membudidayakan arwana sejak 1970 yang mana saat itu ikan arwana masih banyak dikonsumsi orang.

Selama puluhan tahun, sahabat Irfan Hakim ini melestarikan ikan arwana didampingi oleh orang-orang kepercayaannya.

"Sayang sekali salah satu orang kepercayaannya justru menghianati beliau. Saya agak emosi karena saya tahu apa yang dilakukan sahabat saya KE. Beliau betapa cinta dengan arwana," kata Irfan Hakim sambil terisak.

Diketahui, dalam kasus pencurian ikan arwana dengan lokasi budidaya di Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini ditangkap sebanyak dua orang pelaku.

Salah satu pelaku merupakan karyawan orang kepercayaan yang sudah bekerja sejak 2015 silam inisial UG (30) dan satu orang lagi yang merupakan penadahnya inisial ES (29).

"UG ternyata tidak bekerja sendirian, dia bersama dengan karyawannya dua orang yaitu WH dan UY. WH dan UY ini masih DPO (dalam pencarian orang) kita," kata Kapolres Bogor AKBP Harun.

Untuk tersangka UG, WH (DPO) dan UY ( DPO) dijerat dengan pasal 363 KUHP atau pasal 372 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan penadah tersangka ES dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.(*)