Viral Bocah Jualan Gorengan di Sukabumi, Gubernur Ridwan Kamil Langsung Gelontorkan Bantuan

Tim QRJ memberikan bantuan PKH kepada keluarga Salma di Desa Pada Asih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

"Kabupaten Sukabumi juga sama, rata-rata perhari 2.400, harus naik 10 kali lipat lagi yang mana sekolah, pesantren nantinya akan dijadikan sentra vaksin," ujar kang Emil.

Gubernur menuturkan, Kota tertinggi rata-rata vaksin dan menjadi kota paling aman di catatan baru Kota Cimahi dan Kota Bandung. Kota Cimahi rata-rata harian 4.800 padahal untuk mengejar target cukup 4.300, sementara Kota Bandung rata-rata 17 ribu perhari.

Tak ayal di Desember 2021 mendatang, sesuai target Presiden, Kota Cimahi dan Kota Bandung sudah mencapai Herd Immunity.

Baca juga: Dikira Razia Ganjil Genap, Pengendara Motor Kaget Disetop Polisi, Ternyata Ditawari Vaksin Gratis

"Kalau tidak ada upaya yang masif, kreatif dan intensif, dari sebagian kabupaten/kota lainnya, maka ada yang Oktober tahun depan baru selesai, ada yang selesai di 2023 sampai di 2027. Ini yang tidak kita inginkan, kita inginnya semua beres di Desember 2021. Tolong rumuskan rencana kerjanya agar kecepatan vaksinasinya bisa tercapai maksimal," terangnya.

Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat, Djuanda mengatakan, menghitung waktu sampai target Desember masih ada 170 hari atau 144 hari kerja yang harus diefektifkan dan dimaksimalkan.

Ia menekankan agar semuanya mempunyai kesamaan target.

"Di Jawa Barat ada 627 Kecamatan dengan jumlah penduduk 45 juta jiwa lebih, dari mulai Kabupaten Bogor sampai Kota Banjar. Ditargetkan 80 persennya atau 37 juta pendukung di vaksinasi untuk mencapai herd immunity." imbuhnya.

Ia melanjutkan, Kabupaten Bogor menjadi target vaksinasi paling tinggi yakni hampir di angka 3,9 juta dan paling rendah Kota Banjar 170 ribu.

Dia menghitung, butuh 145 hari dengan rata-rata 14 ribu yang dibutuhkan untuk vaksinasi, sementara untuk Kabupaten Bogor jika dihitung dua tahap, maka perhari 54 ribu orang selama 145 hari.

"Model percepatan lainnya ada pos vaksin, puskesmas, klinik, rumah sakit, jemput bola ke sentra publik, home service, pembukaan sentra vaksin, dan membutuhkan tim lobi percepatan kebutuhan vaksin," kata Djuanda.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Salma Bocah yang Jualan Gorengan di Sukabumi Dapat Bantuan QRJ Gubernur Jabar