Gara-gara Kotoran Hewan, Ini Tampang Pelaku yang Bikin Tetangga Tewas, Santai saat Digiring Polisi

Penulis: Uyun
Editor: Damanhuri
Sosok penganiaya tetangga hingga tewas gara-gara kotoran anjing, ternyata pengusaha

Bahkan pelaku pun sempat menjabat sebagai deputy branch manajer.

Baca juga: Cemburu Buta, Lansia Ini Bakal Habiskan Hidupnya di Penjara, Terungkap Detik-detik saat Habisi Istri

Setelah itu, di tahun 2001, pelaku beralih bekerja sebagai sales.

Lalu, di tahun 2003 pelaku mencoba merambah dunia bisnis properti.

Pelaku disebut arogan oleh tetangga

Dalam sebuh akun Facebook bernama Ricky Priyanto dan Sugi Basrin, menyebutkan kalau JA merupakan sosok yang jarang bergaul dengan tetangga.

Tak hanya itu, pelaku pun dikaui tetangga suka berbuat arogan kepada warga lainnya.

"Berdasarkan keterangan dari warga setempat, pelaku tidak berbaur dengan tetangga dan malah suka berbuat arogan.

Bahkan ia pernah siram tetangganya yang renta dengan air saat menjemur baju," ungkap Ricky Priyanto.

Sosok pelaku penganiayaan di mata tetangga warga sekitar (Kolase Facebook/Instagram cerminhidupp)

Bahkan pelaku pun tak rela jika jalanan depan garasi dan rumahnya dikotori bahkan diduduki oleh warga.

Sebagai peringatan, pelaku pernah pasang pamflet yang melarang warga untuk menginjak tanah rumahnya.

Termasuk melarang hewan peliharaan buang kotoran sembarangan depan rumah pelaku.

"Di TKP, depan rumah pelaku terdapat spanduk yang memberi ancaman kepada siapapun yang hewan peliharaan nya buang air sembarangan," ujarnya.

Baca juga: Anak Acungkan Jari Tengah Saat Diingatkan Makan 20 Menit, Politisi PKS Salahkan Pol PP : Jangan Kaku

Rupanya, sikap arogan itu terlihat saat pelaku diborgol polisi.

Ia tampak membusungkan dada ketika keluar dari mobil polisi.

Dengan perawakan yang tegap dan tinggi, pelaku tampak tak peduli meski ditangkap polisi, beruntung ia tak melakukan perlawanan ataupun kabur.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam mendekam di penjara di tujuh tahun lantaran melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas.

(TribunBogor/TribunJakarta.com/Elga H Putra)