IPB University

Teliti Asrama Mahasiswa, Terungkap Kualitas Tidur Mahasiswa IPB University

empat mahasiswa IPB University melakukan penelitian yang menguji tentang peran asrama dalam mendukung kesehatan mahasiswa.

Fisika.ipb.ac.id.jpg
Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Asrama IPB University di kampus IPB Dramaga memiliki posisi gedung yang dipenuhi oleh pohon yang rindang.

Bahkan beberapa asrama dilengkapi dengan fasilitas alam yang berbasis forest healing.

Hal ini mendorong empat mahasiswa IPB University untuk melakukan penelitian yang menguji tentang peran asrama dalam mendukung kesehatan mahasiswa.

Mereka adalah Muhammad Dyaz Tri Nurminda dan Jenny Mulyani (Departemen Manajemen), Muhammad Hasbiriza (Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan) serta Radja Ahmad Nur Fikri (Departemen Statistika).

Penelitian ini berjudul, “Foremitory: Asrama Berbasis Forest Healing untuk Meningkatkan Kualitas Tidur dan Kesehatan Mahasiswa dengan Studi Kasus Asrama PPKU IPB” ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021.

“Selain keharusan mengerjakan tugas hingga larut malam, mahasiswa juga terkadang mengalami Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis ini membuat mahasiswa khawatir akan masa depan yang akan datang sehingga kesulitan untuk tidur. Ditambah dengan kegiatan non-akademik seperti organisasi dan kepanitiaan, rata-rata jam tidur mahasiswa hanya berkisar 5-6 jam dari seharusnya 6-8 jam,” ujar Dyaz selaku Ketua Tim PKM.

Menurutnya, waktu tidur yang sedikit ditambah dengan kualitas tidur yang buruk akan mengganggu kesehatan fisiologis dan psikologis yang berdampak pada prestasi mahasiswa.

Awalnya ide ini terinspirasi dari keresahan Dyaz yang awalnya memiliki gangguan pada kualitas tidurnya selama kuliah.

Didasarkan pada keresahan itu Dyaz kemudian mengajak rekannya Jenny, Hasbi dan Radja untuk berdiskusi dan menemukan suatu opsi yang mungkin dapat menjadi solusi yaitu asrama berbasis forest healing.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan mencolok antara kedua asrama yang memiliki kondisi yang hampir mirip sehingga hasilnya tidak signifikan. Namun mahasiswa yang tinggal di asrama yang berbasis forest healing cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik,” ungkap Dyaz.

Dyaz dan timnya berharap agar penelitian ini dapat dipublikasikan pada jurnal nasional serta dapat dilanjutkan dengan representasi asrama yang lebih sesuai.

“Selain itu tentu saja harapan dari kelompok kami adalah lolos ke tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” tutupnya.

Menurut Dosen IPB University yang menjadi pembimbing mahasiswa, Farida Ratna Dewi, SE, MM, ME, topik penelitian ini dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan asrama dan lingkungannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved