Kronologi Pengungkapan Kasus Peredaran Narkoba Biang Sintetis Asal Cina di Bogor

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis tembakau sintetis atau gorila dengan bahan baku yang dikirim dari Negara Cina di Mapolrea Bogor, Selasa (21/9/2021).

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor di-backup Polda Jabar berhasil mengungkap peredaran bahan baku tembakau gorila biang sintetis berasal dari Cina.

Sebanyak 11 orang tersangka ditangkap dari enam lokasi berbeda dalam pengungkapan ini.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari penggerebekan home industri tembakau sintetis atau gorila di Bogor Barat dengan penangkapan tersangka MO, IA dan RJ.

"Dari pengungkapan tersebut diungkap beberapa TKP serta barang bukti termasuk home industry," kata Kombes Pol Erdi A Chaniago dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (21/9/2021).

Setelah dikembangkan, polisi kemudian membekuk tersangka-tersangka lainnya.

Seperti tersangka IB dan DN di Cianjur, FH dan FS di Kota Bandung, LP di Bintaro, WAP dan AP di Tangerang Selatan dan tersangka DJ di Palmerah Jakarta Barat.

"Yang terakhir itu 17 September kemarin, ini yang puncak penangkapan dari kami dari Direktorat Narkoba beserta Sat Serse Narkoba Polres Bogor, inisial tersangkanya DJ, kita tangkap di wilayah Palmerah Jakarta Barat," kata Chaniago.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita total barang bukti sebanyak 23,45 kg biang sintetis, 5,92 kg tembakau sintetis/gorila siap edar dan berbagai barang bukti lainnya.

Biang sintetis dan tembakau sintetis dari para pelaku ini, kata dia, dikemas dengan merk-merk kemudian diedarkan dengan modus via media sosial instagram

Lalu untuk mengelabui petugas, para tersangka ini menggunakan jasa kurir untuk mengirimkan barang.

"Dalam peredaran tersebut, mereka berusaha tidak melakukan di jalur-jalur yang memang sudah terdeteksi teknologi. Seperti contoh mereka menjual dan mendistribusikan melalui ojol, jasa ekspedisi atau menitipkan ke bus antarkota," katanya.

Biang sintetis yang digunakan para tersangka untuk membuat tembakau gorila ini juga rupanya didapat dari Negara Cina.

"Kalau bahan baku dari Cina tentunya ada istilahnya kejahatan bersifat internasional dimana kita ketahui kejahatan narkoba ini sudah mendunia. Ini yang akan kita selidiki, terutama yang berada di Jawa Barat, bahkan mungkin bisa kita kembangkan di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Para tersangka ini dijerat pasal 114 (2) dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan dena maksimal Rp 10 Miliar.