Bahayakan Pengguna Jalan, Sejumlah Pohon Besar yang Menjulur ke Jalan di Kota Bogor Dipangkas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas Pertamanan bagian pemangkasan dari Disperumkim Kota Bogor sedang melakukan pemangkasan pohon di Jalan Dadali di SMPN 5 Kota Bogor.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Paska peristiwa dahan pohon patah yang menewaskan pengendara motor, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor gencar melakukan pemangkasan pohon.

Hari ini Rabu (13/10/2021) sejumlah pohon yang berada di sekitar sekolah dipangkas.

Satu di antaranya adalah pohon besar yang menjulur ke jalan di Jalan Dadali tepatnya disebrang SMPN 5 Kota Bogor.

Pohon yang berada di samping rel kereta Kebon Pedes itu ditoping lantaran dahan yang mengarah ke arah rel kereta sudah dipangkas lebih dulu.

Sehingga dikhawatirkan tidak ada keseimbangan dan dapat menyebabkan dahan pohon patah.

Kepala Disperumkim Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan pohon pohon yang memang disinyalir dapat membahayakan aktivitas masyarakat.

"Contohnya disini di kiri sudah ditebang oleh PT KAI tapi sisi kanan masih begitu gerombol dan kita khawatirkan potongan pohon yang tidak kuat sehingga menimbulkan suatu roboh dibadan jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Saat ini kata Esti ada empat tim yang diturunkan untuk menginventarisir pohon pohohon yang memang akan dilakukan pemangkasan secara toping atau secara dari samping di pangkas.

"Karena seperti diketahui yang merupakan suatu kejadian kemarin sehingga kita mengantisipasi hari ini agar tidak terjadi korban lagi tapi kita fokus pada pemeliharaan terkait dengan tanaman itu sendiri dan khususnya menghadapi musim penghujan juga," katanya.

Esti mengatakan ada sejumlah kriteria pohon yang akan dilakukan pemangkasan atau penebangan.

Untuk pemangkasan dahan dilakukan kepada pohon yang berKTP kuning dan hijau yang memang membahayakan aktivitas masyarakat.

Sementara itu untuk pohon berKTP Merah langsung akan ditebang.

"Untuk yang KTP Merah sudah banyak yang ditebang kalau kuning kita melakukan pemangkasan yang hijau itu juga sama kita kalau sudah ada yang mengganggu terkait aktivitas masyarakat kita lakukan pemangkasan," ujarnya.