Cerita Rizal Ramli Setahun Ditugaskan Panjat Pohon, Khawatir Digigit Semut hingga Tersetrum

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas pemangkasan pohon Disperumkim Kota Bogor Rizal Ramli saat berada di atas pohonnketinggian 4 meter lebih yang sedang dalam proses pemangkasan.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menjalani profesi sebagai petugas pemangkas pohon bisa dibilang bukan hal yang mudah.

Selain harus memiliki kemahiran memanjat, petugas juga mesti bisa melakukan pemangkasan dan tidak takut ketinggian.

Seorang petugas pemangkasan pohon pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Rizal Ramli.

Sejak tahun 2020 Ia menjalani profesi sebagai petugas pemangkas pohon.

Setiap hari tugasnya bersama tim pertamanan adalah melakukan perawatan pohon-pohon di Kota Bogor.

Dalam sehari biasanya Rizal bisa dua hingga tiga kali melakukan pemanjatan di lokasi yang berbeda.

"Macam-maca ada yang lima enam meter ada yang 10 meter lebih biasanya kalau yang tinggi itu pakai mobil crane, tapi kalau kecil ya dipanjat manual," katanya saat ditemui usai melakukan pemangkasan di Jalan Dadali
Rabu (13/10/2021).

Ketika melakukan pemanjatan pohon yang akan ditebang, Rizal tetap harus memperhatikan faktor keamanan.

Terlebih yang menjadi kendala dan dikhawatirkan adalah semut berukuran besar juga kabel listrik.

"Kalau kendala manjat itu manjat pohon atau pemangkasan itu kabel-kabel sama semut rangge kaya tadi banyak banget besar-besar," ujarnya.

Dalam melakukan tugasnya sebagai pemangkas pohon Rizal dibekali berbagai peralatan pemangkasan dan keamanan.

Karena kata Rizal dalam proses pemanjatan dan pemangkasan pihaknya selalu mengutamakan faktor keselamatan.

"Untuk alat pemangkasan pohon itu ada senso, golok tebas kalau safetynya atau keamanannya ada body harnest lengkap sama helm," katanya.