Rumah Warga Banjir

Banjir Sudah Surut, Warga Kampung Bojong Jengkol Bogor Masih Khawatir

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Ardhi Sanjaya
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana Kampung Bojong Jengkol, Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor, usai banjir yang terjadi, Selasa (19/10/2021) malam.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Pasca hujan deras sejumlah rumah warga di Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terendam banjir, Selasa (19/10/2021).

Air mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 16.00 WIB akibat hujan deras yang disertai angin kencang dan mulai surut sekitar pukul 21.30 WIB.

Sehari setelahnya, Rabu (20/10/2021), sekitar pukul 09.50 WIB, genangan air yang terjadi sudah tidak nampak dan aktifitas warga sudah kembali normal.

Warga sekitar, Zuhri mengatakan, genangan air setinggi betis orang dewasa kerap terjadi apabila turun hujan deras dengan durasi cukup lama.

"Kalau banjir sudah seperti langganan, soalnya kalau hujan deras dan lebih dari dua jam itu pasti air masuk ke rumah warga," ujarnya.

Lebih lanjut, Zuhri mengaku khawatir apabila sudah masuk musim penghujan.

"Khawatir sih jelas, karena air pasti masuk ke rumah, antisipasi ya pasti dilakukan tapi kan tidak maksimal pasti ada saja parabotan yang rusak akibat banjir, kami khawatir apabila ada binatang seperti ular yang masuk ke permukiman akibat terseret arus aliran air," katanya.

Sementara itu, pntauan TribunnewsBogor.com, jalan raya Bojong Jengkol sudah kembali dapat dilalui pengendara, namun masih terlihat bercak tanah yang terdapat di aspal pasca genangan air yang terjadi semalam.

Selain itu, Ketua RT 1/5 Wawan Irawan menjelaskan, banjir akibat hujan deras itu merendam lima rumah di kampung tersebut.

Lanjut Wawan, banjir yang terjadi diakibatkan adanya penyempitan saluran air.

"Drainase dipersempit oleh adanya bangunan, sebelumnya, di sini tidak banjir," tegasnya.

Wawan pun berharap ada solusi konkret dari Pemerintah Desa setempat untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda.

"Saya mengajukan pembuatan sodetan sepanjang 90 meter kepada pemerintah desa, sodetan itu berfungsi mengalirkan air ke anak sungai di dekat Perumahan Bumi Pesanggrahan, Cilebut," tandasnya.