Kabupaten Bogor Dikeluarkan dari Aglomerasi karena Capaian Vaksin, Ini Kata Wakil Bupati Bogor

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah kendaraan yang di luar sektor esensial dan krtikal dalam masa penerapan PPKM Darurat terpaksa harus diputar balik, Rabu (7/7/2021).

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kabupaten Bogor dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek karena capaian vaksin yang belum juga mencapai target.

Kabupaten Bogor dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek bersama dengan Kabupaten Tangerang.

Sebab, sebagian besar daerah di wilayah Jabodetabek yang seharusnya bisa turun PPKM ke level 2 tertahan tidak bisa turun level karena capaian vaksinasi Kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target.

Akhirnya, saat daerah aglomerasi lain turun level PPKM ke level 2, Kabupaten Bogor tertinggal dan masih di level 3 pasca didepak dari aglomerasi ini.

"Saya juga secara resmi belum dapet (pemberitahuan) ya, tapi dapat info dari media dari kemarin, bahwa Kabupaten Bogor dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Iwan akui bahwa soal capaian vaksin Kabupaten Bogor memang rendah yang mana saat ini baru sekitar 35 persen.

"Itu dikonversi pada jumlah persentase. Tapi jika dikonversi ke angka, kita sudah hampir di 2,9 juta. Kita juga sudah berjibaku, karena kita terluas dan terpadat. Jangan samakan dengan daerah lain. Makanya bantuannya dan lain-lainnya harus lebih besar," katanya.

Jumlah vaksin Kabupaten Bogor, kata dia, tidak mungkin bisa disamakan dengan Kota Bogor karena jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang lebih banyak.

Dia berharap daerah aglomerasi lain yang angka vaksinnya sudah 70 persen atau lebih bisa membantu bersama-sama membantu vaksinasi di Kabupaten Bogor seperti dengan mobil vaksin, vaksinator, vaksin dan dukungan lainnya.

"Tapi kalau sekarang kami terima. Walaupun sedih dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek, kami terima. Tapi tolong juga dibantu, jangan ditinggalin sebenarnya," ungkap Iwan.

Atas pengeluaran dari aglomerasi ini, Iwan mengaku tidak kecewa.

"Ya kan sudah terjadi, kecewa juga kan kita ini bukan berlomba. Sekarang kita PPKM level 2 tidak bisa, yang lain mungkin lebih longgar karena level 2. Bukan kecewa, ya sedih aja gitu. Masuk aglomerasi Jabodetabek, tapi pas menuju PPKM ini kita keluar," ungkap Iwan.