Tinggalkan PPKM Level 3, Tim Pemburu PPKM Kota Bogor Tak Akan Kendor Buru Pelanggar PPKM

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebanyak 24 pasangan muda-mudi terjaring razia yang dilakukan tim pemburu pelanggar PPKM Kota Bogor, Rabu (11/8/2021) malam.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor sudah meninggalkan status level 3 masuk ke dalam PPKM Level 2.

Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syach menegaskan meski sudah memasuki level 2 pihaknya akan tetap memberikan ketegasan bagi para pelanggar.

Terlebih bagi para pengusaha yang melanggar ketentuan melebih batas wajar atau sudah keterlaluan seperti iver kapasitas melanggar aturan operasional hingga tengah malam dan lainnya.

Saat ini kata Agustian tim gabungan dari Satgas Covid-19 Kota Bogor dan Tim Pemburu PPKM tetap rutin melakukan patroli dari pagi hingga malam.

"Kita dengan tim pemburu pelanggar ppkm masih tetap kita jalan dari Polresta, Kodim, Denpom, Pol PP masih jalan setiap hari pagi, malam, kita menindak pelanggadan personal pesonal sekaligus pelanggaran tempat tempat yang melanggar operasioanal," tegasnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bogor, Selasa (19/10/2021) malam usai melaksanakan rapat kerja dengan DPRD Kota Bogor.

Agus menegaskan patroli pelanggaran PPKM tidak kendor untuk terus mengingatkan warga agar tidak euforia pada masa turunya level PPKM.

Karena kata Agus aturan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan secara disiplin agar memutus maata ranta Covid-19.

"Bukan berarti level dua bisa lepas masker, sudah vaksin dua kali bukan berarti bisa lepas masker, itu tidak, tetap harus patuh protokol kesehatan,"ujarnya.

Saat ini kata Agus tingkat pelanggaran pengusaha di sektor ekonomi terhadap protokol kesehatan jauh menurun.

"Kalau sektor usaha cenderung turun, karena memang beberapa tempat juga sudah kita tindak tegas karena pelanggarannya sudah keterlaluan tidak ada toleransi, berkaca dari situ pelanggaran disektor usaha sudah jauh menurun," katanya.

Meski demikian kata Agustian pelanggaran personal warga masih saja ada meskipin jumlahnya tidak begitu banyak.