Curhatan Pedagang Es Kelapa di Jalan Suryakencana, Harus Keliling Dahulu Sebelum Mangkal

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dadang (54) seorang pedagang es kelapa sedang membereskan dagangannya yang mangkal di depan Toko New Sehat, Jalan Suryakencana Bogor, Minggu (28/11/2021)

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Betonisasi Jalan Suryakencana, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor sudah separuh jalan bisa dilewati.

Betonisasi ini bermula dari depan Plaza Bogor melewati Jalan Pedati, Jalan Kelenteng, Jalan Roda 1 dan 2 dan Jalan Rangga Gading.

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com jalan yang sudah dibeton dari depan Plaza Bogor hingga Jalan Rangga Gading sudah bisa dilewati kendaraan.

Lubang saluran air pada samping betonisasi jalan membuat kendaraan bermotor yang terhambat macet.

Banyak pedagang yang terdampak dari betonisasi Jalan Suryakencana, diantaranya Dadang (54) seorang pedagang es kelapa gerobak mengaku penjualannya mulai menurun.

Dadang mengatakan sekarang jalan yang satunya sudah di tutup jadi tidak ada yang melintas.

"Parkiran juga jadi tidak ada, wisatawan yang datang jadi bingung, kasian," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, saat mengangkat buah kelapa ke gerobaknya, Minggu (28/11/2021).

Setiap harinya Es Kelapa gerobak ini berjualan di depan Toko New Sehat Jalan Suryakencana No.98, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Es Kelapa gerobak yang sudah berjualan sejak 2016 ini terkadang menurunkan porsi buah kelapanya untuk dijual.

Pria kelahiran 1967 ini mengaku semenjak betonisasi ini harus keliling dulu sebelum mangkal, agar penghasilannya tidak begitu kurang.

"Harga es kelapa ini Rp6 ribu dan setiap harinya es kelapa yang dijual terkadang habis atau tidak, ya harus disyukuri," pungkasnya.