Terungkap Modus 'Ayah Sejuta Anak' di Bogor Jual Bayi, Ibu Hamil Tergiur Lihat Konten TikTok Pelaku

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: khairunnisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor diringkus Polres Bogor atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPo) berupa perdagangan bayi.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Modus serta tabiat keji seorang pria yang menyebut dirinya sebagai 'Ayah Sejuta Anak' dalam kasus penjualan anak bayi akhirnya terungkap

Satreskrim Polres Bogor membekuk seorang pria berinisial SH (32) di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor atas kasus perdagangan bayi atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, pelaku menjual bayi dengan tarif Rp 15 juta.

Modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mengumpulkan para ibu hamil kemudian selanjutnya nanti setelah proses persalinan pelaku menjanjikan sang anak akan diserahkan kepada orang yang ingin mengadopsi anak tersebut.

Namun proses adopsinya itu sendiri dilakukan secara ilegal.

Baca juga: Satu Orang Bayi Dijual Rp 15 Juta, Modus Pelaku Pakai Konten Tiktok Ayah Sejuta Anak

"Dan orang yang mengadopsi tersebut dimintai sejumlah uang sebesar Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi," kata AKBP Iman Imanuddin.

Untuk mengumpulkan ibu hamil, pelaku membuat konten di media sosial Instagram dan Tiktok.

Melalui media sosial, pelaku menawarkan semacam jasa untuk datang ke alamatnya di Ciseeng Bogor berupa rumah dua lantai yang dijadikan sebagai penampungan.

Para ibu-ibu hami ini pun rata-rata berasal dari luar wilayah Bogor.

"Yang bersangkutan mengunggah konten baik di Instagram maupun di Tiktok dengan judul 'Ayah Sejuta Anak.' Jadi sasarannya adalah ibu-ibu yang hamil tanpa suami," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan.

Seorang pria berinisial SH (32) di Bogor diringkus Polisi karena memperdagangkan bayi dengan tarif Rp 15 juta.   (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Ibu-ibu hamil di penampungan tersebut menunggu sampai melahirkan untuk kemudian diadopsikan secara ilegal bertarif Rp 15 juta.

Siswo mengatakan bahwa pelaku ini melakukan semua ini seorang diri tanpa diketahui rumah sakit yang melakukan persalinan.

Baca juga: Waspada Perdagangan Bayi, Ini Proses Adopsi Anak yang Benar Menurut Dinas Sosial

"Pelaku ini menyampaikan kepada orang tua adopsi, ada sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk proses persalinan. Namun pada faktanya, persalinan ini ditanggung BPJS, jadi itulah modus yang dilakukan pelaku," kata Siswo DC Tarigan.

Halaman
12