Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM - Perempuan Sebut Putri Candrawathi Jadi Korban Pelecehan, Deolipa Yumara Ajukan Gugatan

Editor: Yudistira Wanne
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Deolipa Yumara, eks pengacara Bharada E ungkap Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara kembali muncul dengan pernyataan menghebohkan.

Deolipa Yumara dikabarkan bakal menggugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.

Gugatan itu dilayangkan Deolipa Yumara karena kedua lembaga itu menyebut ada dugaan pelecehan seksual yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Besok saya akan menggugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan dalam gugatan perdata, berupa gugatan perbuatan melawan hukum di PTUN," kata Deolipa kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Deolipa menilai, Komnas HAM dan Komnas Perempuan tidak memiliki wewenang mengeluarkan pernyataan soal temuan itu.

"Mereka menyampaikan dalam dugaannya Yosua melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi."

"Ini harus digugat, karena bukan porsi mereka menyampaikan ini."

Baca juga: Soroti Kasus Brigadir J, Deolipa Yumara Bakal Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Apa Alasannya?

"Ini adalah porsinya pengacara atau penegak hukum lain, yaitu kepolisan dalam hal ini Bareskrim, karena mereka bukan lembaga pro justisia."

"Enggak usah ngatur-ngatur atau memperkeruh suasana seloah-olah ini menjadi suatu petunjuk, ini yang berbahaya," tuturnya.

Deolipa menyebut temuan kedua lembaga itu nantinya akan dipakai oleh pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, untuk menjadi bukti pembelaan.

"Kenapa saya sampaikan ini? Karena kemarin saya dapat kabar saat Febri ( Diansyah) menjadi pengacara Putri, mereka sempat mengatakan akan memakai dokumennya Komnas HAM dan Perempuan sebagai bagian daripada barang bukti atau petunjuk di persidangan."

"Nah, ini saya enggak mau," bebernya.

Sebelum melayangkan gugatan, Deolipa mengeklaim sudah memberikan tenggat waktu kepada kedua lembaga tersebut untuk memberikan klarifikasi.

Namun hingga Minggu (2/10/2022), Deolipa menyebut belum ada respons dari kedua lembaga itun.

Baca juga: Ngaku Orang Paling Kaya Sedunia, Deolipa Yumara Beberkan Fakta Mengejutkan, Tuai Sorotan Netizen

Halaman
123