Talkshow Ciliwung Milik Kita

Segudang Masalah Sampah Plastik di Sungai Ciliwung, Produsen Air Kemasan Harus Ikut Bertanggungjawab

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bima Arya saat Talkshow Ciliwung Milik Kita di Kantor TribunnewsBogor.com yang juga membahas mengenai persoalan sampah, Selasa (4/10/2022). Hadir sebagai pembicara dari GAPMII, Komunitas Peduli Ciliwung dan Kementerian Lingkungan Hidup.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sampah plastik masih menjadi persoalan serius di setiap kota, termasuk di Bogor.

Sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Ciliwung memicu kerusakan lingkungan.

Berbagai jenis sampah plastik ditemukan di bantaran dan di sepanjang aliran sungai Ciliwung.

Botol air mineral, bekas bungkus makanan hingga sedotan air minum kemasan memperparah kondisi sungai Ciliwung yang membentang dari kawasan Puncak Bogor, hingga manggarai DKI Jakarta.

Hingga kini pengusaha sebagai produsen belum ikut memikirkan bagaimana mengolah sampah plastik.

Bahkan, ada sejumlah produsen yang terus menciptakan sampah plastik dengan memproduksi produk air kemasan ukuran kecil dan produk makanan.

Untuk mendapatkan data mengenai timbulan sampah yang dibuang warga ke aliran sungai Ciliwung, TribunnewsBogor bersama Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) melakukan survei sederhana.

Survei digelar mulai tanggal 22-27 September 2022 di 11 kelurahan yang dilintasi aliran sungai Ciliwung.

Masing-masing kelurahan diambil 10 responden dari 11 kelurahan dengan total sebanyak 110 responden.

Total sampah yang dihasilkan mencapai 110 kantong plastik yang beratnya masing-masing mencapai 1-3 kilogram yang berisi sampah-sampah plastik dari beragam merek dan ukuran.

Mulai dari bungkus makanan, bekas air mineral berbagai ukuran, perlengkapan rumah tangga.

Wali Kota Bogor, Bima Arya sugiarto saat berfoto bersama usai diskusi bertema Ciliwung Milik Kita di kantor TribunnewsBogor.com, Selasa (4/10/2022) (TribunnewsBogor.com/Muhammad Naufal)

Dari 110 kantong sampah-sampah ini, kemudian dipilah sesuai dengan jenis sampah plastik yakni botol kemasan air mineral, bungkus makanan sachet, kemasan alat kecantikan dan lain-lain.

Hasil survei, sejumlah brand menempati posisi teratas dari sisi jumlah sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga dan bantaran sungai Ciliwung.

Kategori botol air mineral berada di posisi pertama merek A mencapai 40,4 persen, kategori kopi sachet merek LB paling banyak ditemukan dengan presentasi mencapai 52,2 persen, kategori sampah plastik makanan dan minuman merek ID menempati posisi pertama dengan presentasi 58,5 persen, kategori detergen pengawai dan sabun cuci merek DW berada di posisi pertama sebanyak 55,6 persen.

Halaman
1234