Insiden Arema vs Persebaya

Komnas HAM Selidiki Tragedi Kanjuruhan: Ada Pelemparan Batu dan Upaya Kekerasan Pada Tim Persebaya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan suporter Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Komnas HAM sebut ada pelemparan batu dan upaya kekerasan terhadap para pemain persebaya di area stadion

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hasil penyelidikan tragedi Kanjuruhan pada kerusuhan di luar area stadion dibeberkan oleh Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

Menurutnya, ada pelemparan batu dan upaya kekerasan pada pemain dan official tim Persebaya oleh oknum suporter saat itu.

Selain itu, pelemparan batu juga menyambar kendaraan taktis (rantis) Barracuda yang membawa para pemain dan official tim Persebaya.

"Dinamika lain di Stadion Kanjuruhan, kondisi yang dialami pemain dan ofisial Persebaya yang terjadi di luar stadion akibat tindakan tidak bertanggung jawab berupa pelemparan batu dan upaya kekerasan," kata Beka dalam konferensi pers hasil penyelidikan tragedi Kanjuruhan, dikutip dari live streaming Kompas TV, Rabu (2/11/2022).

Selain itu oknum tak bertanggung jawab tersebut juga melakukan penghadangan terhadap kendaraan taktis (rantis) Barracuda yang semula ditujukan untuk menyelamatkan pemain dan ofisial tim Persebaya.

"Termasuk penghadangan Barracuda yang digunakan untuk penyelamatan pemain dan ofisial Persebaya," jelas Beka."Ini kemudian juga sudah beredar video resmi dari manajemen Persebaya beberapa hari lalu terkait apa yang dialami, dan upaya yang dilakukan Persebaya persis setelah peluit panjang berbunyi, masuk ke ruang ganti, sampai ke luar area stadion," lanjutnya.

Baca juga: Akan Ada Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan, Polri : Nunggu Petunjuk Jaksa Dulu

Sebagaimana diketahui, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema versus Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022). Tragedi itu menelan banyak korban jiwa dan korban luka.

Hingga 24 Oktober 2022, tercatat 135 orang meninggal dunia. Sementara, ratusan korban lainnya luka ringan hingga berat.

Banyaknya korban yang jatuh diduga karena kehabisan oksigen dan berdesakan setelah aparat menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Sejauh ini, 6 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini, 3 diantaranya personel Polri. Mereka yakni WSS yang menjabat Kabag Operasi Polres Malang, lalu H selaku Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur, dan BSA yang menjabat Kasat Samapta Polres Malang.

Kemudian, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dimutasi menjadi Staf Ahli bidang Sosial dan Budaya Kapolri per 10 Oktober 2022.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Aksi Anarkis Sasar Pemain Persebaya di Luar Stadion

Berita Terkini