Penyalur TKI Ilegal di Bogor Jerat Calon Korban Via Facebook, Iming-Iming Gaji Rp 5,5 Juta Sebulan

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudistira Wanne
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor berhasil diungkap Polres Bogor.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor berhasil diungkap Polres Bogor setelah seorang Tersangka berinisial L diringkus.

Sebanyak empat orang wanita yang menjadi korban juga berhasil diamankan Polisi dari tangan pelaku.

Dalam modus operandinya, Tersangka L ini menjerat korban para calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) via media sosial (medsos).

Dari keterangan para korban, mereka awalnya melihat postingan di grup medsos Facebook yang menawarkan jasa TKW resmi ke Malaysia.

"Dalam akun tersebut, TKW ditawarkan akan mendapat gaji 1.500 ringgit atau sekitar Rp 5,5 Juta per bulan," terang Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sigiro kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Karena tertarik, korban menghubungi kontak person inisial A dan D, kemudian diarahkan untuk bertemu dengan Tersangka L di sebuah perumahan di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Setelah bertemu dengan L, keempat korban ditampung di rumahnya selama dua minggu sambil dilatih menyapu dan menyetrika.

"Kemudian, keempat korban dibawa oleh L ke WTC Serpong Mall untuk membuat passport di Unit Layanan Passport (ULP) Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, tetapi dengan alasan untuk berlibur ke Singapura," kata AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Tersangka L juga sempat membawa kabur keempat korban ke rumah anaknya di Cigudeg demi menghindari petugas Dinas Ketenagakerjaan yang melakukan peninjauan.

Namun akhirnya keberadaan Tersangka L ini terungkap setelah ada salah satu korban yang mengadu via sambungan telepon 110.

"Polisi langsung mengamankan keempat korban beserta terlapor L dengan barang bukti seperti 2 passport korban, 1 lembar print out kode booking penerbangan, satu bundel surat pribadi korban dan lainnya," kata AKP Yohannes.

Dalam gelar perkara, Terlapor L sudah ditetapkan sebagai tersangka dan atas perbuatannya dia dijerat Pasal 10 Jo Pasal 4 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 81 Jo Pasal 69 dan atau Pasal 83 Jo Pasal 68 UU RI No18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

Berita Terkini