Ahmad Sahroni Hina Rakyat Soal DPR Bubar, Balasan Rocky Gerung : Pengemis Tak Boleh Hardik Tuannya

Balasan Pedas Rocky Gerung untuk Ahmad Sahroni Anggota DPR RI : Pengemis Tidak Boleh Menghardik Tuannya

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
TikTok tumbuhinstitute/Instagram Ahmad Sahroni
POLEMIK HINAAN AHMAD SAHRONI - Rocky Gerung (KIRI). Ahmad Sahroni (KANAN). Balasan Pedas Rocky Gerung untuk Ahmad Sahroni Anggota DPR RI : Pengemis Tidak Boleh Menghardik Tuannya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anggota DPR RI Ahmad Sahroni dianggap memiliki andil dalam kericuhan yang terjadi beberapa hari belakangan. Mulai dari demo, hingga driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas akibat dilindas kendaraan taktis (Rantis) Baracuda Brimob.

Penilaian tersebut terucap oleh aktivis Ferry Irwandi.

Bahkan pengamat politik Rocky Gerung pun memberi pesan menohok untuk anggota DPR RI Ahmad Sahroni.

Kericuhan terhadap Sahroni berawal dari ucapannya soal pembubaran DPR RI.

Crazy rich Tanjung Priok ini menghina publik yang mendorong wacana pembubaran DPR RI.

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Sahroni.

Hinaan Ahmad Sahroni menuai berbagai respon pedas dari berbagai kalangan.

Ia bahkan ditantang debat oleh Salsa Erwina Hutagalung.

Sejak ucapan itu terlontar, gelombang demo mulai menyerbu Gedung DPR RI.

Ferry Irwandi mengatakan bahwa Ahmad Sahroni memiliki andil dalam semua tragedi yang terjadi beberapa hari belakangan.

Pada awal 2025, Ferry menjadi sorotan publik karena kritiknya terhadap rancangan Undang-Undang TNI. 

Setelah menyatakan dirinya "baik-baik saja" dalam video meski banyak spekulasi di baliknya, ia turun ke jalan mengritik UU TNI secara ideologis. Ia menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam urusan sipil adalah hal yang tidak dapat ditawar.

Baca juga: Soroti Aset Ratusan Miliar Ahmad Sahroni, Salsa Erwina: Uang Segitu Banyak Gak Bisa Beli Keberanian?

Ferry juga adalah inisiator Malaka Project, sebuah gerakan konten edukasi dan pemberdayaan publik yang dirilis tahun 2023 bersama sejumlah influencer lain. 

Tujuannya adalah membangun generasi muda Indonesia yang cerdas, kritis, dan empatik, sejalan dengan visi "Indonesia Emas 2045

"Ingat @ahmadsahroni88 mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan.

Saya tidak peduli seberapa powerful anda, seberapa kaya anda dan seberapa banyak orang yang anda sudah penjara. Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini.

Camkan itu baik-baik." tulis Ferry di Instagram.

Baca juga: Profesi Salsa Erwina Diaspora Viral Tantang Debat Ahmad Sahroni, Gajinya Tak Kalah dari Anggota DPR

Selain itu Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengaku sakit hati mendengar hinaan Ahmad Sahroni.

"Saya sebagai Purnawirawan Polri merasa sakit hati dengan pernyataan Ahmad Sahroni Komisi III DPR RI yang mengatakan masyarakat tolol karena saya juga bagian masyarakat Indonesia," tulis Oegro di Instagram.

Komjen Oegroseno menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1978 dan meniti karier gemilang dalam tubuh Polri.

 Ia pernah menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Sumatera Utara, Kadiv Propam, Kalemdiklat, Kabaharkam, hingga akhirnya dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) pada tahun 2013.

Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 17 Februari 1956, Oegroseno dikenal karena sikapnya tegas dan penuh prinsip. 

Ia pernah menolak perintah eksekusi terpidana mati—sebagai bentuk menjaga nurani—yang berujung pada pemindahannya dari jabatannya saat itu.

Sebagai Wakapolri, Oegroseno sempat membangun hubungan lebih kooperatif antara Polri dan KPK, dan terlibat menjadi anggota tim independen untuk meredam ketegangan antara kedua lembaga penegak hukum tersebut.

Hinaan Sahroni juga membuat Rocky Gerung menanggapinya.

Rocky menyoroti tantangan debat Salsa Erwina Hutagalung pada Sahroni.

"Beredar di sosial media ada seorang perempuan yang kelihatannya dia memang pintar karena narasinya kuat, dia nantang siapa, anggota DPR yang dianggap pongah itu," katanya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari akun TikTok tumbuhinstitue.

Ia mengatakan kepongahan memang semestinya dikritik agar tidak meloloskan seseorang menjadi anggota DPR RI.

"Kepongahan memang selalu harus dikritik, tidak mungkin kita meloloskan anggota dewan kalau terus-menerus bahasa tubuhnya aja sudah menghina rakyat," katanya.

Rocky Gerung berpendapat ketika Sahroni menghina masyarakat, artinya ia sudah melupakan suara rakyat yang menjadikannya sebagai anggota DPR RI.

"Itu artinya dia gak ngerti bahwa dia dulu pengemis suara rakyat, nah begitu dia punya jabatan rakyatnya dianggap tolol. Tapi beliau sudah kelihatannya sudah minta maaf atau gimana, saya gak ngerti," katanya.

Ketika publik protes atau mengkritik, menurut Rocky, semestinya anggota DPR RI tidak boleh marah.

"Tapi tetap kemarahan publik itu harus dipahami juga. Jadi anggota DPR kalau dimarahi publik ya itu berhak lah publik, sebaliknya anggota DPR gak berhak memarahi publik," katanya.

"Karena kalian dulu itu adalah pengemis suara. Jadi kalau pengemis itu tidak boleh menghardik tuannya," tutup Rocky Gerung.

Salsa Erwina Hutagalung menjadi perbincangan publik setelah menantang debat Ahmad Sahroni sebagai respon dari hinaan tersebut.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem. 

Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? 

Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," kata Salsa.

Baca juga: Profesi Salsa Erwina Diaspora Viral Tantang Debat Ahmad Sahroni, Gajinya Tak Kalah dari Anggota DPR

Namun begitu Sahroni justru ciut meladeni tantangan dari juara debat Internasional tersebut.

"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," kata Ahmad Sahroni.

Nama lengkap: Dr. H. Ahmad Sahroni, S.E., M.I.Kom

Lahir: 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara 

Partai Politik: Partai NasDem, dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum serta Ketua DPW Jakarta

Ia masuk dunia politik sebagai anggota DPR RI dari dapil DKI Jakarta III sejak 2014, kemudian kembali terpilih pada 2019 dan 2024. 

Sahroni pernah menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR (bidang hukum, HAM, keamanan), anggota Komisi XI, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), serta Kapoksi Badan Anggaran untuk Fraksi NasDem.

Ia juga pernah ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta 2022 oleh Gubernur Anies Baswedan dan dikenal aktif di komunitas otomotif seperti Ferrari Owner’s Club Indonesia dan Harley Davidson Club Indonesia

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved