Dikenal Harmonis, Mantu Sahroni Sering Kode-kodean Sebelum Tewas Satu Keluarga : Pelukan Sesaat

Dikenal Harmonis, Mantu Sahroni Sering Kirim Kode Sebelum Tewas Satu Keluarga, 'Untung Ada Dia', Untuk Pria Lain ?

Tayang:
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
TikTok Euis
SATU KELUARGA TEWAS - Foto Euis bersama Budi (KIRI). Sindiran Euis (KANAN). Dikenal Harmonis, Mantu Sahroni Sering Kode-kodean Sebelum Tewas Satu Keluarga, Untuk Pria Lain ? 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dikenal harmonis, Euis Juwita Sari menantu Sahroni ternyata sering kirim kode-kode di media sosial. Euis banyak mengirim kode sindiran, entah untuk siapa.

Euis (40) dan Budi Awaludin (45) dikenal sebagai pasangan suami istri yang harmonis.

Mereka memiliki dua anak, umur 6 tahun dan bayi 8 bulan.

Keempatnya ditemukan tewas terkubur bersama Sahroni (75) di halaman rumah kawasan Paoman, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (1/9/2025).

Sehari-hari menurut tetangganya, Kunenti, Euis sering berbaur dengan yang lainnya.

"Keluarga pak Budi tuh baik, ramah. Gak nyangka sampai ada kejadian kayak gini. Iya membaur," katanya.

Selama kumpul dengan Euis, ia tak pernah mendengar cerita rumah tangga mereka mengalami masalah tertentu.

"Gak, gak pernah cerita kayak gitu. Kelihatannya juga memang ya gak ada masalah. Iya (harmonis)," katanya.

Kunenti terakhir bertemu saat mengantar anak Euis ke toko sembako Budi pada Kamis (28/8/2025).

"Terakhir hari kamis pas ngantar pulang anak sekolah les, bareng anterin ke warungnya," katanya.

Kerabat, Ema mengatakan Euis sering kali mentraktir tetangga sekitar.

"Si Euis pengennya senang-senang bae sama teman-temannya tuh. Ya makan-makan, traktir mi ayam, apa traktir nasi. iya (baik)," katanya.

Tetangga lain, Ijabah mengatakan Sahroni memang kerap ke masjid, namun jarang bersosialisasi dengan tetangga lain.

"Keluarganya tertutup. Paling solat juhur, ashar aja dia keluar," katanya.

Beda dengan Euis yang sering berkumpul bersama tetangga lain.

"Tapi itu tuh menantunya si Euis mah sering keluar sama tetangga," katanya.

Meski dikenal harmonis namun Euis justru sering kali menulis kode-kode sindiran di media sosialnya.

Baca juga: Akun Medsos 1 Keluarga yang Tewas di Indramayu, Mantu Sahroni Sering Pamer Duit hingga Sindir Orang

Berikut kumpulan sindiran Euis :

"Kenapa orang yang menyayangimu lebih senang membawa kamu pergi ke tempat sepi ?"

"Lagi menikmati hidup yang katanya enak ya jadi kamu"

"Pelukan sesaat bisa melepas lelah tapi berpelukan dalam waktu yang lama bisa melepas segalanya"

"Berapa lama ku harus menunggu"

"Yang setia setiap langkah ada tujuan. Yang dusta setiap langkah hanyalah permainan"

"Hidup ini terkadang membosankan untung ada dia"

"hanya manusia biasa... selalu berusaha SABAR & TEGAR dalam setiap langkah"

"tetap menunggu dg hati yg lapang"

"sesingkat singkatnya cerita kita... tertanam di hati selamanya"

"Jika datang hanya sekedar melepas kisah sedihmu, lebih baik aq menepi"

"Repot bawa bayik ? Lebih repot kalo bawa kamu"

Baca juga: Gaya Hedon Menantu Sahroni Sering Pamer Uang Sebelum Tewas Satu Keluarga : Takut Lihat Masa Lalu

Euis berasal dari Tangerang, bukan Indramayu.

Ia menikah dengan Budi yang dulunya merupakan pegawai bank kemudian banting stir menjadi juragan sembako.

Budi adalah Sahroni, seorang pensiunan yang memiliki bisnis sarang walet dan kontrakan 15 pintu di belakang rumahnya.

Euis dan Budi memiliki dua anak yang masih sangat kecil, usia 6 tahun dan 8 bulan.

Kelima satu keluarga ditemukan tewas terkubur.

Kasat Rekrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengatakan satu keluarga tewas ditemukan pada pukul 20.00 WIB, Senin (1/9/2025).

"Tadi malam sektar pukul 20.00 kami mendapat informasi dari warga bahwasanya telah ditemukan jenazah yang posisi terkubur di dalam rumah, di bagian belakang ada sela-sela antara rumah walet dengan rumah korban," katanya.

Keberadaan jenazah satu keluarga diketahui saat warga melihat ada kaki menyembul dari dalam tanah.

"Saat kami mengecek awalnya terlihat kaki yang muncul dari tempat tersebut. Saat olah TKP (tempat kejadian perkara) kemudian memindahkan tanah kami temukan ada lima jenazah," katanya.

Lima jenazah satu keluarga tewas itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk diotopsi.

Selang beberapa lama, ditemukan mobil Toyota Corolla bernomor polisi Toyota Corolla E 1640 PH.

Mobil itu merupakan milik Sahroni ditemukan di pinggir jalan dekat Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu.

Menurut Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, polisi sudah menaikkan status kasus satu keluarga tewas ke penyidikan karena menemukan unsur pidana.

Kini polis sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa ember, cangkul, seprei, dan terpal.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved