Viral Pelajar Gantian Seragam

Cuma Punya Satu, Kakak Adik di Parung Bogor Harus Bergantian Seragam untuk Sekolah

Dua pelajar laki-laki yang merupakan kakak-beradik itu harus bergantian dalam menggunakan seragam pramuka untuk bersekolah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Haikal dan Haezar, pelajar kakak-beradik yang harus bergantian menggunakan seragam pramuka untuk bersekolah, Kamis (18/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Beredar video kisah memilukan yang dialami oleh dua pelajar di Bogor yang membuat air mata menetes.

Dua pelajar laki-laki yang merupakan kakak-beradik itu harus bergantian dalam menggunakan seragam pramuka untuk bersekolah.

Dalam video yang beredar, sang kakak menunggu adiknya pulang dari sekolah di depan rumah, kemudian seragam pramuka yang digunakan oleh sang adik digunakannya pergi sekolah. 

Setelah dilakukan penelusuran, nasib kurang beruntung itu dialami oleh Muhamad Haikal Alfarizi (18) yang duduk di bangku kelas 12 SMK dan Haezar Alzikri (15) yang duduk dibangku kelas 9 SMP di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Keduanya berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah kontrakan di dalam Gang Sawo, Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Tante dari pelajar tersebut, Dika Yuniasari mengungkap bahwa bergantian dalam menggunakan seragam pramuka tersebut sudah terjadi sejak lama.

Hal itu karenakan keduanya hanya memiliki satu seragam dan tidak mampu untuk membeli seragam baru.

"Memang seragam pramukanya cuma satu bergantian pakainya. Adiknya dulu baru abangnya gitu dikarenakan seragam cuma satu jadi bergantian pakainya," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Kamis (18/9/2025).

Dika Yuniasari mengatakan sempat khawatir saat video keponakan viral di media sosial dan mendapat sorotan banyak pihak.

Ia mengaku takut dampak viralnya video tersebut membuat mental keponakannya terganggu karena lingkungan.

"Yang saya takutin video buat mental keponakan saya, saya ngejaga itu," katanya.

Meski begitu, setelah video tersebut viral Haikal dan Haezar tak lagi harus bergantian dalam menggunakan seragam pramuka.

Pasalnya, keduanya kini mendapat bantuan dari berbagai pihak mulai dari relawan hingga pemerintah.

"Alhamdulillah udah dibantu dari seragam sekolah, sepatu, alat tulis sama biaya sekolah sudah dibantu udah dibayar," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved