Atasi Persoalan Sampah, Perumda Pasar Tohaga Bakal Luncurkan Insenerator Ramah Lingkungan
Perumda Pasar Tohaga uji coba pengelolaan sampah dengan insenerator di Pasar Citeureup untuk atasi darurat sampah di pasar-pasar Kabupaten Bogor.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Perumda Pasar Tohaga melakukan trobosan untuk mengatasi persoalan sampah di area pasar yang ada di Kabupaten Bogor.
Inovasi yang dilakukan yaitu melalui metode insenerator atau tungku pembakaran berteknologi tinggi.
Dirut Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk menjawab permasalahan sampah yang terjadi selama ini.
"Pengelolaan sampah hari ini memang barangkali kasus klasik ya, sudah jadi darurat sampah, kita harus ekstra keras," ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Haris Setiawan tak menampik jika Kementerian Lingkungan Hidup saat ini melarang pengelolaan sampah dengan sistem insenerator.
Hal itu dikarenakan pengelolaan sampah menggunakan insenerator bisa berdampak terhadap pencemaran lingkungan karena adanya pembakaran.
Namun, ia memastikan insenerator yang akan digunakan untuk mengelola sampah di pasar telah melalui serangkaian pengujian sehingga menjadi ramah lingkungan.
Bahkan, kata dia, abu sisa pembakaran sampah nantinya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman.
"Melarang kalau gak masuk uji emisi, kan ada namanya dioksin furan, tapi sepanjang itu secara lab inceneratornya sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, jadi kita bisa lakukan itu," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pengelolaan sampah dengan insenerator tersebut saat ini sedang dilakukan uji coba di Pasar Citeureup.
Setelah pilot project tersebut dinyatakan berhasil, maka langkah selanjutnya akan ditempatkan di pasar-pasar lainnya yang berada di bawah Perumda Pasar Tohaga.
"Insyaallah kita akan launching di satu pasar dulu terkait incenerator, di Pasar Citeureup," ungkapnya.
| Mengenal Angklung Gubrag Kesenian Asli Bogor Usia 600 Tahun, Ikut Meriahkan Kirab Budaya Binokasih |
|
|---|
| Wamendagri Hadiri Pameran APFI 2026 di Bogor, Tersentuh Melihat Potret Korban Erupsi Gunung Semeru |
|
|---|
| Mau Malam Mingguan di Kota Bogor? Cek Dulu Prakiraan Cuaca Besok 9 Mei 2026, Perlu Bawa Payung? |
|
|---|
| Jalan Surken Bogor Sudah Ditutup Total Jelang Kirab Mahkota Binokasih, Warga Terus Berdatangan |
|
|---|
| Raih Penghargaan APFI 2026 di Bogor, Jurnalis Foto Tribunnews.com Ungkap Cerita di Balik Layar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/insenerator-untuk-atasi-persoalan-sampah-di-pasar-Tohaga.jpg)