Wujudkan Tata Kelola Permukiman Terintegrasi, Pemkab Bogor Bentuk Forum PKP dan Perkuat Basis Data
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memimpin Rapat Penguatan Basis Data Kelompok Kerja PPKP.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memimpin Rapat Penguatan Basis Data Kelompok Kerja Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PPKP) sekaligus Persiapan Pembentukan Forum PKP.
Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa rapat ini menjadi langkah awal dalam menyamakan visi, misi, serta program antar perangkat daerah dalam upaya mewujudkan tata kelola perumahan dan kawasan permukiman yang terintegrasi di Kabupaten Bogor.
"Ini adalah forum ad hoc yang mencoba menyamakan visi dan program di antara dinas-dinas, baik di dalam maupun di luar urusan perumahan," ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Ia menekankan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebijakan pembangunan perumahan di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, pembangunan perumahan bukan hanya tanggung jawab Dinas Perumahan saja, tapi juga melibatkan banyak aspek seperti pertanahan, bangunan, kreativitas, edukasi, dan sebagainya.
"Perencanaan yang baik berawal dari data yang baik. Kalau datanya salah, maka hasilnya pun tidak akan tepat. Karena itu, semua pihak harus duduk bersama menyatukan data dan persepsi," katanya.
Ajat Rochmat Jatnika juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Bogor terkait penyediaan kawasan perumahan yang layak dan berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan ruang.
Ia pun mendorong adanya sinergi multisektoral antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan permukiman yang ideal dan berkelanjutan.
Pihaknya pun sedang memetakan dua kawasan perumahan di13 wilayah untuk melihat efektivitas dan efisiensinya.
Hal ini penting agar pembangunan perumahan tidak menimbulkan persoalan baru seperti banjir, kriminalitas, atau ketimpangan sosial.
"Perumahan yang tidak direncanakan dengan baik akan menjadi beban di masa depan. Karena itu, kita harus berpikir kreatif dan saling berkolaborasi. Saya minta agar diambil satu lokasi contoh yang bisa dijadikan proyek bersama lintas sektor sebagai model kawasan ideal," katanya.
| Kondisi Tinggi Muka Air Sungai Cileungsi dan Cikeas Bogor, Sempat Meningkat di Rabu Sore |
|
|---|
| Jangan Lupa Bawa Payung! Waspada Hujan Guyur Bogor Hari Ini, Petir Intai Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| 7.000 Angkot Kabupaten Jadi Beban Kota Bogor, Dedie Rachim : Saya Berkali-kali Sampaikan ke Gubernur |
|
|---|
| Tebing TPT Longsor, Dinding Kamar Rumah Warga Pamijahan Bogor Sampai Jebol Tertimpa |
|
|---|
| Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG, Warga Tanjungsari Bogor Berbondong-bondong Berobat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Rapat-Penguatan-Basis-Data-Kelompok-Kerja.jpg)