Keluarga Berisiko Stunting, Warga Sukaraja Bogor Dapat Bantuan Rumah dari Kemendukbangga/BKKBN
Wihaji menjelaskan, bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah untuk warga yang masuk dalam katergori keluarga berisiko stunting
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Indonesia (Kemendukbangga/BKKBN) memberikan bantuan untuk warga Kabupaten Bogor.
Adapun bantuan yang diberikan untuk warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor itu berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni, paket sembako seperti beras, telur, dan daging ayam, serta uang saku.
Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Mendukbangga atau Kepala BKKBN, Wihaji yang didampingi oleh Wamendukbangga atau Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade.
Wihaji menjelaskan, bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah untuk warga yang masuk dalam katergori keluarga berisiko stunting (KRS) sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
Ia mengatakan, keluarga penerima manfaat itu memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan perhatian untuk mencegah stunting di tengah perekonomian yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Kebetulan beliau punya anak 3, umur 6 tahun, yang dua itu masih balita, dan batita secara kondisi rumahnya termasuk kategori keluarga resiko stunting, karena melaui asupan gizinya mohon maaf kurang, kemudian air bersihnya, kemudian sanitasinya," ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Wihaji juga menyebut bahwa keluarga tersebut masuk dalam prioritas sehingga pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih.
Dengan kondisi demikian, pemerintah pun memiliki tanggung jawab agar tumbuh kembang ketiga anak tersebut terhindar dari stunting.
"Kita bangunkan rumah biar layak huni kemudian jambannya juga kita bangunkan, kemudian aliran untuk sanitasinya juga kita okekan untuk nanti asupan gizinya," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian bagi warganya.
"Kami tentu pak Rudy Susmanto sebagai bupati dan saya sebagai wakil bupati atas nama pemerintah daerah, atas nama masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pak menteri, bu wamen," katanya.
Menurutnya, program ini selaras dengan apa yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor yakni rehabilitasi bagi rumah tidak layak huni (RTLH).
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk membangun rumah warga yang masuk kategori rutilahu dengan mengaggarkannya dalam APBD 2025 dan juga 2026.
"Pola hidup sehat itu mulai dari rumah, kami ucapkan terimakasih kepada pak menteri diberikan contoh ada bantuan untuk air bersih juga dan ini memang sudah sesuai arahan kebijakan pemerintah pusat dan ini dalam program prioritas asta citanya Presiden Prabowo," katanya.
| Event Bogorun di Sentul Meriahkan Rangkaian HJB ke-544, Diikuti Ribuan Peserta |
|
|---|
| Polisi Tangkap Pelaku Ganjal Mesin ATM di Sentul Bogor, Puluhan Kartu & Tusuk Gigi Jadi Barang Bukti |
|
|---|
| Cuaca Kota Bogor Hari Ini Jumat 8 Mei 2026, Diprediksi Berawan Sepanjang Hari |
|
|---|
| Diguyur Hujan Deras, Jalan Penghubung di Ciampea Bogor Longsor, Tak Bisa Dilalui Kendaraan |
|
|---|
| Rumah Warga di Dramaga Bogor Rusak Akibat Longsor, Penghuni Pilih Tetap Bertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Mendukbangga-atau-Kepala-BKKBN-Wihaji-didampingi-Wamendukbangga-atau-Wakil-Kepala.jpg)