Momen Dramatis Kelahiran Panda Pertama Indonesia, Tim Medis Sempat Cemas dan Tak Yakin

Proses kelahiran panda pertama di Indonesia di Taman Safari Indonesia yang diberi nama Satrio Wiratama atau Rio rupanya ternyata tak mudah.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
KELAHIRAN PANDA DI INDONESIA: Bayi giant panda Satrio Wiratama, bayi panda pertama yang lahir di Indonesia di Taman Safari Indonesia (TSI), Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Proses kelahiran panda pertama di Indonesia yang diberi nama Satrio Wiratama atau Rio rupanya tak mudah.

Bahkan tim dokter hewan di Taman Safari Indonesia yang memantau kelahiran bayi giant panda ini sempat cemas dan sempat tak yakin ini akan berhasil.

Tim memantau panda Hu Chun 24 jam, yang merupakan giant panda induk dari bayi panda Rio selama proses melahirkan.

Tetap bertahan selama 24 jam menguras energi karena harus terus memantau proses kelahiran jadi tantangan.

"Awal gak yakin, keyakinan gak bertambah di hari itu. Hari pertama gak yakin, hari kedua yakin sedikit, gak ada jawaban pasti," kata Drh Bongot Huaso Mulia, dari tim medis yang mengawal kelahiran bayi panda Rio kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

"Kendala lebih kepada endurance (daya tahan) daripada temen-temen kami dari tim medis, karena itu 24 jam, endurance kita-kita yang jaga," kata Bongot.

Pantauan TribunnewsBogor.com, dalam acara pengumuman kelahiran panda pertama di Indonesia ini di Taman Safari Indonesia ditampilkan video CCTV selama proses kelahiran itu.

Ini disaksikan langsung oleh pihak pimpinan TSI, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Dubes Tiongkok untuk Indonesia Mr. Wang Lutong dan tamu undangan lainnya.

Dalam video itu ditampilkan hasil USG kemudian ada hari dimana Hu Chun, induk panda mulai gelisah di kandangnya pertanda akan melahirkan.

Tim medis dokter hewan langsung melakukan pengamatan selama 24 jam tanpa henti.

Baca juga: Diberi Nama Satrio, Panda Pertama Kelahiran Indonesia di Taman Safari Bogor Dirayakan Suka Cita

Ibu panda Rio terlihat gelisah mencakar dinding kandang, tak mau makan makanannya yang diberikan keeper, hingga mengubah-ubah posisi duduknya di pojok kandangnya.

Kemudian panda Hu Chun mengambil batang-batang bambu makanannya sendiri ke pojokan seperti sedang berupaya membuat sarang.

Kemudian Hu Chun menunjukan prilaku sering menjilat genitalnya kemudian mengubah-ubah posisi duduknya.

Sambil akhirnya pada posisi terlentang, Hu Chun melahirkan seekor bayi panda yang masih merah tepat pada 27 November 2025 sekitar pukul 17.31 WIB.

Hu Chun langsung terbangun dari posisi terlentangnya dan mengarahkan mulutnya ke sang bayi panda.

Dia langsung mengambil anaknya dengan mulutnya dan meletakannya di atas dada serta memeluknya sambil terduduk.

Bayi panda Rio saat itu diperkirakan hanya 80 - 150 gram, namun pada hari kelima kelahirannya, bobotnya sudah mencapai 228,5 gram.

Di hari ke-10, bayi panda Rio beratnya mencapai 384,4 gram dan area hitam di bagian lengan dan matanya sudah mulai terlihat.

Di hari ke-30, bulu hitam dan putih sudah terlihat pekat dan bobotnya sudah mencapai 1.290 gram.

"Keberhasilan daripada anak panda ini tidak mudah,. Kesuburannya sangat pendek cuma beberapa hari," kata Bongot.

Awalnya pasangan panda yang dikirim dari Tiongkok bernama Cai Tao dan Hu Chun ini disatukan secara alami untuk berkembang biak.

Namun proses kawin memakan waktu dan dikhawatirkan masa suburnya terlewat, sehingga tim melakukan artificial insemination.

"Panda (Rio) ini masih dependent ya, masih bergantung pada induknya, dia masih dalam kondisi buta dan tuli sampai usai 100 hari," katanya.

"Umumnya setelah 100 hari akan bisa buka telinga dan buka mata dan umumnya pada usia empat bulan baru bisa merangkak kaki belakang sedikit-sedikit kaki depan, dan itu dia mulai independent," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved