Investasi Lingkungan, Pemkab Bogor Targetkan 220 Hektar Tertanami Pohon Pada Awal Program Hutan Kota
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah menetapkan target minimal 1 hektar penanaman
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bogor menanam pohon di 220 hektar lahan.
- Setiap kecamatan ditargetkan minimal 1 hektar.
- Tujuannya agar Bogor lebih hijau dan aman dari banjir.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan total 220 hektare tertanami pohon dalam program hutan kota satu kecamatan satu hektar pada tahap awal ini.
Dengan darget tersebut, Pemkab Bogor berharap upaya penghijauan dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan ekosistem, penguatan kawasan resapan air, serta pengurangan risiko bencana di masa mendatang.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah menetapkan target minimal 1 hektar penanaman di setiap kecamatan.
Selain itu, Pemkab Bogor juga telah menginventarisir sejumlah aset milik pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi tambahan penanaman.
"Kalau 1 hektar per kecamatan, berarti ada 40 hektare. Ditambah beberapa aset milik pemerintah daerah yang sudah kami inventarisir pada tahap awal, total rencana penanaman kita mencapai sekitar 220 hektar di Kabupaten Bogor," ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan memperindah wilayah, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis, terutama sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan.
Hal ini dinilai penting mengingat Kabupaten Bogor memiliki peran strategis sebagai wilayah hulu bagi sejumlah daerah di sekitarnya, termasuk kawasan aliran Sungai Ciliwung.
"Pemerintah daerah telah menyiapkan tim khusus yang akan melanjutkan penanaman dalam beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pemeliharaan selama satu tahun di seluruh lokasi hutan kota yang telah ditanami," katanya.
Rudy Susmanto menambahkan, jenis dan jumlah bibit yang ditanam akan disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Di beberapa kecamatan, luas area tanam bahkan bisa mencapai belasan hektare, tergantung pada ketersediaan lahan.
"Bogor harus kembali hijau. Menanam pohon itu bukan di baliho, tapi di tanah. Ini adalah investasi lingkungan dan warisan untuk anak cucu kita ke depan," katanya.
| Miliki Potensi yang Melimpah, HJB ke-544 di Kabupaten Bogor Jadi Momentum Pemerataan Pembangunan |
|
|---|
| Lestarikan Kearifan Lokal, Arak-arakan Dongdang Meriahkan Perayaan HJB me-544 di Malasari |
|
|---|
| HJB ke-544 di Malasari Bogor Dongkrak Perekonomian, Rumah Penduduk Full Disewa untuk Menginap |
|
|---|
| Upacara HJB di Malasari Bogor Berubah Mencekam, Kelompok Bersenjata Lakukan Penyanderaan |
|
|---|
| Suasana Upacara HJB ke-544 di Malasari Bogor, Peserta Gunakan Baju Adat Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pemkab-Bogor-lakukan-penanaman-di-kawasan-Puncak-Bogor-tepatnya-di-wilayah-D.jpg)