Sepasang Elang Jawa Dilepasliarkan di Gunung Salak, Diberinama Satria dan Srikandi
Sepasang Elang Jawa dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Dua Elang Jawa dilepas ke alam di Gunung Halimun Salak.
- Keduanya diharapkan bisa berkembang biak dan menambah populasi.
- Sebelumnya sudah dirawat dan sekarang akan dipantau.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI - Sepasang Elang Jawa dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Pelepasliaran dua burung yang dilindungi tersebut dilakukan pada puncak perayaan HUT TNGHS ke-34 di Bumi Perkemahan Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Rilis burung berwarna coklat yang memiliki jambul di kepala itu dilakukan oleh Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi.
Mengembalikan elang jawa ke habitatnya ini merupakan upaya pemerintah dalam melestarikannya dan menjaga keseimbangan alam.
Kedua burung tersebut lansung terbang bebas melebarkan sayapnya dan siap menjadi predator di kawasan Gunung Salak.
Rohmat Marzuki mengatakan, sepasang elang jawa yang dilepasliarkan terdiri dari jenis jantan dan betina.
Untuk elang jawa jenis jantan diberinama Satria Angkasa, sedangkan betinanya dinamai Srikandi Langit.
"Harapannya sepasang Satria dan Srikandi ini nantinya bisa berkembang biak, meningkatkan populasi elang jawa di alam," ujarnya, Kamis (26/2/2026)
Sementara itu, Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo mengungkapakan bahwa kedua elang jawa tersebut didapatkan dari masyarakat.
Ia mengatakan, satu ekor didapatkan dari hasil penegakan hukum dan satu ekor lainnya merupakan penyerahan dari masyarakat.
"Sudah kita lakukan rehabilitasi selama 7 bulan di Pusat Suaka Elang Jawa kami di Loji dan memang sudah layak secara kriteria indikator untuk dilepas liarkan," katanya.
Setelah dilepasliarkan, pihaknya akan melakukan monitoring terhadap perkembangan elang jawa di alam liar.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan area-area di Gunung Salak yang menjadi habitat elang jawa.
"Temen-temen melakukan monitoring ada beberapa hal yang menjadi wilayah jelajah, temen-temen sudah punya kayak kotakan-kotakan kayak matriks di alamnya seperti apa langsung," katanya.
Di samping itu, ia mengebut populasi elang jawa di kawasan TNGHS cenderung mengalami peningkatan jumlahnya.
Menurutnya hal itu merupakan keberhasilan dari sejumlah program yang dijalankan untuk mencegah kepunahan elang jawa.
"Almahdulillah sekarang denga adanya kegiatan restoking dan kami punya suaka elang jawa sekarang kelimpahan di alam semakin lama semakin baik, hal ini menunjukkan ekosistem habitatnya semakin baik," katanya.
| Kepergok saat Beraksi, 1 Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor di Parung Bogor Diringkus Polisi |
|
|---|
| Terdampak Longsor, Bangunan Rumah di Bojonggede Bogor Sampai Miring |
|
|---|
| Cuaca Kota Bogor Hari Ini Senin 20 April 2026, Hujan Ringan dari Siang hingga Menjelang Malam |
|
|---|
| Identitas Mayat Pria Berbaju TNI AL Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Pakansari Bogor, Bukan Anggota |
|
|---|
| Diguyur Hujan Deras, Ratusan Rumah di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, Ada yang Sampai 2 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pelepasliaran-elang-jawa-di-kawasan-TNGHS-yang-dilakukan-di-Bumi-Perkemahan-Sukama.jpg)