Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi Zakat Perusahaan Melalui BAZNAS
Sosialisasi Zakat Infaq Sedekah (ZIS) Perusahaan dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114 Tahun 2025 di Hotel Salak The Heritage,
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan lembaga amil zakat dalam membangun kesejahteraan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara Sosialisasi Zakat Infaq Sedekah (ZIS) Perusahaan dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114 Tahun 2025 di Hotel Salak The Heritage, Kamis (12/6/2026) lalu.
Adityawarman mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama secara individual.
Melainkan sarana ekonomi yang mampu menciptakan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan di Kota Bogor.
Adityawarman menyoroti terbitnya PMK Nomor 114 Tahun 2025 sebagai regulasi memungkinkan zakat atau sumbangan keagamaan wajib yang disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS untuk menjadi pengurang penghasilan kena pajak.
"Ini adalah pesan yang sangat jelas dari negara. Negara tidak hanya mengakui zakat sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen sosial ekonomi yang penting bagi pembangunan bangsa," kata Adityawarman dalam keterangannya pada Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini memberikan peluang besar bagi dunia usaha untuk menunaikan zakat secara lebih sistematis, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Mengingat keterbatasan anggaran daerah (APBD), politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menegaskan bahwa kekuatan filantropi Islam seperti zakat, infak, dan sedekah sangat dibutuhkan untuk melengkapi peran pemerintah dalam menjangkau kebutuhan warga yang belum terakomodasi.
"DPRD Kota Bogor tentu memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan pengelolaan zakat oleh BAZNAS. Kami berharap BAZNAS Kota Bogor terus meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas agar kepercayaan dunia usaha semakin meningkat," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada pelaku usaha bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari profit, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitar.
Terlebih di momen Ramadan, zakat diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membantu UMKM, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan penghimpunan dana umat guna menekan angka kemiskinan di Kota Bogor.
Subhan mengakui bahwa meski potensi zakat di Kota Bogor sangat besar, realisasinya saat ini masih belum optimal.
Melalui forum ini, BAZNAS juga melakukan survei untuk memetakan potensi zakat daerah secara lebih akurat.
"Diharapkan forum sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat BAZNAS dan kontribusi zakat dalam meningkatkan pendapatan serta kesehatan masyarakat," tandasnya.
| Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada dan Kemandirian Daerah |
|
|---|
| Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Bahas Perombakan Struktur OPD |
|
|---|
| Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Berikan Catatan Kritis LKPJ Wali Kota 2025: Lakukan Creative Financing |
|
|---|
| BPBD Kota Bogor Bakal Segera Naik Kelas Jadi Dinas Tipe A, Anggaran Bisa Lebih Optimal |
|
|---|
| SMAN 1 Kota Bogor Menuju Sekolah Maung, Komisi IV DPRD Soroti Nasib Jalur Zonasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Kota-Bogor-Adityawarman-Adil-menekankan-pentingnya-sinergi-anta.jpg)