Ramadan 2026

Sepekan Jelang Lebaran 2026, Harga Daging di Kota Bogor Tembus Rp150 Ribu

sepekan menjelang lebaran tahun 2026 ini harga daging sapi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
HARGA DAGING DI KOTA BOGOR - Harga daging di Pasar Anyar yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengalami kenaikan, Sabtu (14/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di Pasar Anyar Bogor naik menjadi sekitar Rp150 ribu per kilogram menjelang Lebaran 2026.
  • Pedagang menyebut harga bisa naik lagi hingga Rp160 ribu per kilogram saat mendekati Idul Fitri.
  • Kenaikan harga membuat banyak pembeli mengurungkan niat membeli daging.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Daging sapi menjadi salah satu bahan pokok yang diburu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya, daging dimasak menjadi berbagai jenis olahan seperti semur ataupun rendang yang dihidangkan saat lebaran.

Lapak penjual daging yang ada di pasar-pasar pun nampak begitu ramai dan terus didatangi oleh calon pembeli. 

Seperti halnya yang terjadi Pasar Anyar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor yang begitu ramai oleh pengunjung.

Daging-daging segar berwarna merah yang digantung itu begitu menarik perhatian dan menggugah selera.

Akan tetapi, sepekan menjelang lebaran tahun 2026 ini harga daging sapi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Salah satu penjual daging, Adang mengungkapkan bahwa harga daging saat ini menyentuh angka Rp150 ribu per kilogramnya.

"Naik, sebelumnya Rp140 ribu, Rp135 ribu, sekarang naik Rp150 ribu. Normalnya Rp120 ribu, Rp125 ribu," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga daging akan terus meningkat ketika semakin mendekati dengan hari raya Idul Fitri.

Menurutnya, harga daging bisa menyentuh harga tertingginya yaitu mencapai Rp160 ribu perkilogram.

"Kalau mau lebaran pasti naik lagi. Kita mah ngikutin aja kalau di sananya naik mau gimana lagi, kalau engga naik kita engga punya barang," katanya.

Namun, Adang menyebut bahwa kenaikan harga daging tak sebanding dengan tingkat penjualannya.

Dengan harga daging saat ini membuat calon pembeli berfikir dua kali dan bahkan banyak juga yang mengurungkan niat untuk membeli.

"Saya juga kadang susah jual, nawarin Rp150 ribu pada kabur, pada gakuat," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved