Mudik Lebaran 2026

H-2 Lebaran 2026, Tol Jakarta-Cikampek KM 57 Kamis Pagi Ramai Lancar, Contraflow Diterapkan

Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 06.45 WIB, kepadatan kendaraan belum menunjukkan hambatan berarti.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
Tribunnews.com
ARUS MUDIK - Arsip foto Arus lalu lintas (lalin) di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) wilayah Karawang ramai lancar pada Kamis (26/12/2024). Kamis pagi ini Tol Japek KM 57 terpantau ramai lancar dengan kecepatan 20-30 km/jam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Memasuki puncak arus mudik gelombang kedua pada Kamis (19/3/2026) pagi, situasi lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 57 terpantau ramai namun tetap mengalir.

Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 06.45 WIB, kepadatan kendaraan belum menunjukkan hambatan berarti.

Arus lalu lintas didominasi oleh mobil pribadi yang melaju dengan kecepatan rata-rata berada di kisaran 20 hingga 30 kilometer per jam.

Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa, petugas kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow.

Jalur tambahan yang dibatasi dengan cone (kerucut lalu lintas) ini efektif membantu kelancaran pemudik, sementara jalur arah sebaliknya menuju Jakarta terpantau lengang.

Meski jalur utama relatif terkendali, hambatan mulai terlihat di titik pintu masuk Rest Area KM 57.

Antrean kendaraan tampak mengular panjang saat memasuki area peristirahatan, kontras dengan kelancaran di jalur utama.

Kondisi pagi ini jauh lebih cair dibandingkan situasi pada Rabu (18/3/2026) malam atau H-3 Lebaran.

Semalam, ribuan kendaraan yang didominasi bus antarkota dan mobil pribadi terjebak kepadatan merayap dengan kecepatan hanya 10-20 kilometer per jam.

Barisan lampu rem yang memanjang sejauh mata memandang menjadi pemandangan utama di titik ini semalam.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah memprediksi bahwa puncak arus mudik 2026 akan terbagi dalam dua gelombang.

Setelah gelombang pertama pada 14-15 Maret, gelombang kedua diprediksi jatuh pada 18 dan 19 Maret 2026, menyusul kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.

"Prediksi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret 2026," ujar Sigit dalam koordinasi lintas sektoral beberapa waktu lalu.

Selain di jalur Trans-Jawa, Polri juga menyiapkan antisipasi khusus di pelabuhan penghubung Jawa Timur dan Bali.

Langkah ini diambil karena puncak arus mudik kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi, sehingga diperlukan pengaturan penyeberangan khusus demi menghormati hari besar keagamaan tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved