Mudik Lebaran 2026

Cerita Pemudik Bogor - Sukabumi, Jarak Dekat Tapi Lelah Terjebak Antrean di Wilayah Bogor Sendiri

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (19/3/2026), arus mudik di Bogor terpantau ramai namun lalu lintas cenderung lancar saat siang.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
MUDIK LEBARAN 2026: Penampakan pemudik yang melintasi kawasan Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor di momen arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selain pemudik dari wilayah Jakarta dan Banten, wilayah Bogor juga dilintasi pemudik yang jaraknya tak terlalu jauh.

Seperti pemudik dari wilayah Bogor yang hendak pulang kampung ke Sukabumi di momen jelang Lebaran 2026 ini.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (19/3/2026), arus mudik di Bogor terpantau ramai namun lalu lintas cenderung lancar saat siang.

Tetapi ketika memasuki sore hari hingga malam hari, lalu lintas pemudik meningkat hingga arus berubah menjadi padat.

Ini terpantau sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir sejak arus mudik terlihat pada Minggu (15/3/2026) lalu. 

Jika tak pandai-pandai memilih waktu keberangkatan, mungkin pemudik akan terjebak kepadatan arus meski jarak mudiknya dekat.

Seperti salah satunya, Johan, pemudik menggunakan sepeda motor dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang hendak mudik ke Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Waktu tempuh saat arus normal, kata Johan, biasanya hanya sekitar 2 jam.

Namun setelah 3 jam perjalanan, Johan beserta anak dan istrinya baru sampai Ciawi, Kabupaten Bogor.

Hal ini terjadi karena dia terjebak antrean panjang kendaraan di wilayah Bogor sendiri.

"Kemacetannya ada tiga titik, pertama Pasar Leuwiliang, Laladon, terus Tajur," kata Johan kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (18/3/2026).

Dia mengaku bahwa, dia baru berangkat mudik dari Leuwiliang sekitar pukul 15.00 WIB.

Pada pukul 18.00 WIB, dia baru sampai Simpang Ciawi dalam posisi istirahat karena kelelahan.

Kepadatan yang paling parah, menurut Johan, adalah di Jalan Raya Tajur.

"Tajur parah tajur (padat)," kata Johan yang berprofesi sebagai sopir truk ini.

"Rata-rata udah macet, yang paling parah Tajur, (antrean) sampai ke jembatan tol (dekat Ciawi), ngangsrod saya juga," kata Johan.

Namun menurut Johan, kondisi arus mudik tahun 2026 ini, kepadatannya agak sedikit berkurang dibanding tahun 2025 lalu.

"Lebih parah tahun kemarin, tahun sekarang mah agak mendingan. Tahun kemarin mah sampai lima jam," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved